PIJAR MEDIA, TUBABA – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, terus mempercepat transformasi digital di sektor perpajakan daerah. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menghadirkan sistem pelaporan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas makanan dan minuman secara mandiri melalui aplikasi berbasis web.
Inovasi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan teknis yang digelar di ruang rapat Bapenda Tubaba, Kamis (30/07/2026). Kegiatan itu diikuti bendahara seluruh puskesmas se-Tubaba, bendahara kecamatan, serta bendahara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Kepala Bapenda Tubaba, Ainuddin Salam, melalui Kepala Bidang Pajak Non-PBB, Yosef Suhendra, mengatakan digitalisasi pelaporan pajak merupakan bagian dari Aksi Perubahan yang tengah dijalankannya sebagai tugas akhir Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA).
Aksi perubahan tersebut mengusung tema “MODE SIMPATI: Modernisasi Sistem Pelaporan Pajak untuk Percepatan Penetapan Pajak Secara Digital di Kabupaten Tulang Bawang Barat.”
“Melalui MODE SIMPATI, pelaporan PBJT makanan dan minuman dapat dilakukan secara mandiri melalui aplikasi berbasis web. Dengan begitu, wajib pajak atau pengelola administrasi tidak perlu lagi selalu datang langsung untuk menyampaikan laporan,” kata Yosef.
Menurutnya, inovasi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan pelayanan perpajakan yang lebih cepat, mudah, transparan, dan efisien. Sistem digital juga diharapkan mampu memangkas waktu pelayanan sekaligus meningkatkan akurasi data perpajakan daerah.
Selain mempermudah proses administrasi, penerapan aplikasi tersebut dinilai dapat mengurangi risiko dalam proses pelaporan, meningkatkan transparansi, serta memperkuat pengelolaan data pajak yang lebih tertata.
“Harapannya sistem ini dapat menghemat waktu dan jarak tempuh dalam proses pelaporan, meminimalisasi berbagai risiko administrasi, serta mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui data yang lebih akurat dan transparan,” ujarnya.
Yosef menegaskan, digitalisasi pelaporan pajak bukan sekadar mengubah sistem manual menjadi elektronik. Lebih dari itu, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Bapenda Tubaba dalam membangun tata kelola perpajakan yang modern, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Kegiatan sosialisasi dibuka langsung oleh Kepala Bapenda Tubaba, Ainuddin Salam, didampingi Sekretaris Bapenda beserta para kepala bidang di lingkungan Bapenda. Sementara pelatihan teknis penggunaan aplikasi dipandu oleh PT FTF Globalindo sebagai vendor pendukung teknis.
“Melalui penerapan MODE SIMPATI, Bapenda Tubaba menargetkan proses pelaporan PBJT dapat berlangsung lebih efektif, cepat, akurat, dan transparan. Inovasi tersebut juga diharapkan mampu mengoptimalkan potensi penerimaan pajak daerah sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan di Kabupaten Tulang Bawang Barat,” tutup Yosef.
(Red)







