301 Warga Tubaba Daftar Jadi Pekerja Migran

Foto : Ilustrasi

PIJAR MEDIA, TUBABA— Sebanyak 301 warga Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, tercatat sebagai Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) selama Semester I 2026.

Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Tubaba, menunjukkan mayoritas CPMI tersebut merupakan perempuan, yakni sebanyak 226 orang. Sementara CPMI laki-laki tercatat 75 orang.

Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Disnakertrans Tubaba, Mirra Desthari Thiodora, mengatakan data tersebut merupakan hasil pendataan CPMI asal Tubaba selama Semester I 2026.

“Jumlah CPMI pada Semester I 2026 sebanyak 301 orang, terdiri dari 75 laki-laki dan 226 perempuan,” kata Thiodora, Rabu (12/08/2026).

Berdasarkan wilayah asal, Kecamatan Tulang Bawang Tengah menjadi penyumbang CPMI terbanyak dengan 89 orang. Disusul Gunung Terang dan Tumijajar masing-masing 39 orang, Gunung Agung 36 orang, Way Kenanga 31 orang, Lambu Kibang 27 orang, Batu Putih 18 orang, Tulang Bawang Udik 17 orang, dan Pagar Dewa 5 orang.

Dari sisi negara tujuan, Taiwan menjadi negara yang paling banyak dipilih CPMI asal Tubaba. Tercatat 201 orang memilih negara tersebut sebagai tujuan penempatan.

Selain Taiwan, CPMI Tubaba juga menuju Singapura sebanyak 29 orang, Hong Kong 28 orang, Malaysia 26 orang, Turki 7 orang, Jerman 2 orang, Kroasia 2 orang, Brunei Darussalam 2 orang, serta Slovakia, Arab Saudi, Jepang dan Yunani masing-masing 1 orang.

Sementara berdasarkan sektor pekerjaan, CPMI asal Tubaba lebih banyak masuk sektor informal. Jumlahnya mencapai 219 orang, sedangkan sektor formal sebanyak 82 orang.

Disnakertrans Tubaba menyatakan hingga saat ini belum menerima laporan maupun menemukan adanya PMI asal Tubaba yang bekerja melalui jalur ilegal sepanjang 2026.

“Untuk PMI ilegal, sampai saat ini belum ada laporan maupun temuan,” ungkapnya.

Begitu pula dengan proses penempatan. Disnakertrans menyebut belum terdapat kendala yang dilaporkan sepanjang 2026.

BACA JUGA :  Gapembi Lampung Resmi Dikukuhkan, Gubernur Harap MBG Gerakkan Ekonomi Desa

Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan proses penempatan CPMI asal Tubaba berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Dengan total 301 CPMI pada Semester I 2026, Taiwan menjadi tujuan paling dominan dan sektor informal masih menjadi pilihan mayoritas. Disnakertrans Tubaba akan terus melakukan pendataan serta pemantauan guna memastikan penempatan pekerja migran berlangsung sesuai prosedur,” pungkasnya.

(Rian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *