PIJAR MEDIA, TUBABA – Kementerian Haji dan Umrah Tulang Bawang Barat (Tubaba), bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, memastikan kesiapan pemulangan jamaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang tergabung dalam Kloter 18.
Sebanyak 144 jamaah dijadwalkan tiba di Tubaba pada 17 Juni 2026, sementara 3 jamaah lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tubaba, H. Efrizon S.Ag., M.H., mengatakan seluruh persiapan teknis dan koordinasi lintas instansi telah dilakukan untuk memastikan proses kepulangan jamaah berlangsung aman, tertib, dan nyaman.
“Untuk kepulangan jamaah haji Kloter 18, seluruh persiapan sudah kami koordinasikan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait. Kami berharap proses pemulangan berjalan lancar hingga jamaah kembali ke keluarga masing-masing,” kata Efrizon saat dikonfirmasi media di ruang kerjanya, Senin (08/06/2026).
Efrizon menerangkan, berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, jamaah akan berangkat dari Arab Saudi pada 16 Juni 2026 pukul 05.00 WIB. Dan tiba di Bandara Internasional Jakarta pukul 18.40 WIB. Selanjutnya, rombongan dijadwalkan tiba di Bandara Radin Inten II Lampung pada 17 Juni 2026 pukul 00.10 WIB.
Setelah menjalani proses debarkasi di Asrama Haji Rajabasa sekitar pukul 01.10 WIB. Jamaah akan diberangkatkan menuju Tubaba menggunakan armada penjemput yang telah disiapkan pemerintah daerah. Rombongan diperkirakan tiba di Kompleks Islamic Center Tubaba pada pukul 03.00 WIB. Atau 04.00 WIB.
Untuk mendukung kepulangan jamaah, Pemerintah Kabupaten Tubaba telah menyiapkan tiga unit bus besar dan satu unit bus medium, sama seperti saat proses pemberangkatan ke tanah suci.
Efrizon menjelaskan mekanisme penyambutan jamaah akan dilaksanakan di Kompleks Islamic Center Tubaba dengan pola yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Saat tiba, jamaah tetap berada di dalam bus. Yang mengikuti prosesi seremonial penerimaan hanya ketua rombongan. Setelah acara selesai, jamaah akan turun dan dibantu petugas untuk selanjutnya pulang bersama keluarga,” ujarnya.
Dari total 147 jamaah haji asal Tubaba yang tergabung dalam Kloter 18, sebanyak 144 orang telah berada di Madinah dan siap mengikuti jadwal pemulangan. Sementara 3 jamaah lainnya masih menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi.
Ke 3 jamaah tersebut masing-masing Sumarto (95), yang dirawat di Al Zahra Hospital Jeddah karena kondisi lemas, Muntingah (85) yang dirawat di Ibnu Sina College Hospital Jeddah akibat sesak napas, serta Miskidjo (79) yang menjalani perawatan saluran kemih di Makkah Medical Centre.
Menurut Efrizon, ketiga jamaah akan dipulangkan setelah kondisi kesehatannya dinyatakan membaik oleh tim medis.
“Walaupun kepulangannya tidak bersama kloter, pemerintah daerah dan Kementerian Haji dan Umrah tetap akan memfasilitasi proses penjemputan hingga mereka kembali ke Tubaba,” terangnya.
Sementara itu, guna memastikan kelancaran proses pemulangan, Pemerintah Kabupaten Tubaba juga telah menggelar rapat koordinasi lintas sektor di Ruang Asisten I Pemkab Tubaba. Rapat dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Bagian Kesra, serta instansi terkait lainnya.
Asisten I Pemkab Tubaba, Untung Budiono, meminta seluruh pihak memberikan pelayanan terbaik kepada para jamaah yang kembali dari tanah suci.
“Pemulangan jamaah haji bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Karena itu seluruh tahapan harus dipersiapkan secara maksimal,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak mendoakan tiga jamaah yang masih menjalani perawatan agar segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga di Tubaba.
Disisi lain, Kasat Lantas Polres Tubaba IPTU Ucida menyatakan pihaknya telah menyiapkan pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama proses penyambutan berlangsung.
Pengamanan akan difokuskan pada pengawalan rombongan bus jamaah, pengaturan area parkir kendaraan penjemput, rekayasa lalu lintas di sekitar Islamic Center, serta penempatan personel di sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan kemacetan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Haji dan Umrah, TNI, Polri, dan seluruh instansi terkait, kepulangan jamaah haji Kloter 18 asal Tubaba diharapkan berjalan lancar sehingga seluruh jamaah dapat kembali ke kampung halaman dengan selamat.
(Rian)













