Puluhan Tahun Mengabdi, SDN 7 Tanjung Raya Resmikan Pelepasan Purna Tugas Dua Guru Teladan

Foto : Pelepasan Purna Tugas Guru SDN 7 Tanjung Raya

PIJAR MEDIA, MESUJI – Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti halaman SDN 7 Tanjung Raya saat digelarnya acara perpisahan purna tugas dua pendidik senior, Ibu Maryati dan Bapak Ja’far, Jumat (24/04/2026).

Acara ini menjadi momen penghormatan sekaligus kesempatan terakhir bagi keduanya, yang telah mendedikasikan sebagian besar hidup untuk mencerdaskan anak bangsa, khususnya di lingkungan pendidikan Kabupaten Mesuji, Bumi Ragab Begawe Caram.

Kepala SDN 7 Tanjung Raya, Anastasia Sabtowati, S.Pd., dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi mendalam atas loyalitas dan dedikasi tanpa batas yang telah diberikan oleh kedua guru teladan itu.

Menurutnya, sosok Ibu Maryati dan Bapak Ja’far bukan sekadar rekan kerja, melainkan juga mentor bagi para guru muda selama menjalankan tugas mengajar di SDN 7 Tanjung Raya.

“Pada hari ini kami resmi melepas dua sosok guru teladan di sekolah kami. Atas nama pribadi dan sekolah, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala ilmu, tenaga, dan dedikasi yang telah dicurahkan selama mengabdi di SDN 7 Tanjung Raya,” ujar Anastasia dalam pidatonya, Jumat (24/4).

Lebih lanjut, Anastasia berharap masa purna tugas ini menjadi awal babak baru yang membahagiakan bagi keduanya. Ia menekankan bahwa meski secara administrasi tugas telah usai, jalinan silaturahmi diharapkan tetap terjaga dengan baik.

“Kami semua mendoakan agar Ibu Maryati dan Pak Ja’far senantiasa diberikan kesehatan, panjang umur, serta kebahagiaan bersama keluarga tercinta. Jasa kalian akan selalu hidup dalam setiap langkah kesuksesan siswa-siswi yang pernah kalian ajar,” tambahnya.

Senada dengan kepala sekolah, sejumlah perwakilan guru turut memberikan testimoni mengenai keseharian kedua purna bakti tersebut. Mereka menilai keduanya sebagai sosok guru yang disiplin, sabar, dan layak disebut pahlawan tanpa jasa.

BACA JUGA :  Tangani Banjir, Sekdaprov Pimpin Rakor Siapkan Masterplan hingga Kolam Retensi

“Pak Ja’far dikenal dengan kedisiplinannya, sementara Ibu Maryati adalah sosok keibuan yang sangat sabar. Kehilangan mereka tentu meninggalkan kekosongan di hati kami, namun semangat kerja mereka akan terus kami jadikan motivasi,” ungkap salah seorang guru.

Suasana hangat penuh haru tersebut ditutup dengan pemberian cinderamata sebagai simbol terima kasih dari pihak sekolah, dilanjutkan dengan sesi foto bersama serta ramah tamah yang diikuti seluruh staf pengajar dan komite sekolah.

Kegiatan pelepasan ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus bukti besarnya pengaruh positif yang telah ditanamkan oleh kedua guru senior tersebut selama masa baktinya. (Kotan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *