PIJAR MEDIA, BANDAR LAMPUNG — Wakil Gubernur (Wagub) Lampung, Jihan Nurlela, membuka Seminar Ulama Internasional bertajuk “Pesan Perdamaian Al-Qur’an untuk Dunia” di Hotel Emersia, Bandar Lampung.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (25/04/2026) itu menjadi momentum strategis untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dan lintas negara, khususnya antara Lampung dan Mesir.
Seminar yang diselenggarakan oleh Yayasan Darul Fattah bersama Yayasan Risalah As Salam Mesir ini dihadiri delegasi perguruan tinggi ternama dari Mesir, diantaranya Suez Canal University dan Cairo University. Turut hadir Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK Warsito serta Direktur Umum Risalah As Salam Mesir Majdy Ahmad Hamid Tantowy.
Dalam sambutannya, Jihan mengajak perguruan tinggi Mesir untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan kampus-kampus di daerah. Ia menekankan peluang kerja sama terbuka luas di bidang pendidikan, ekonomi, serta upaya bersama menjaga perdamaian dunia.
Menurutnya, Lampung memiliki potensi besar untuk menjalin kemitraan internasional, didukung sumber daya manusia yang berkualitas dan kekayaan sumber daya alam.
“Kami percaya masyarakat kami siap diajak bekerja sama, baik di bidang pendidikan, ekonomi, maupun sektor lainnya,” ujar Jihan.
Ia berharap hubungan kemitraan antara delegasi Mesir dengan Yayasan Darul Fattah serta perguruan tinggi di Lampung dapat terus berkembang, khususnya dalam bidang strategis yang berkontribusi pada perdamaian global.
Jihan juga mengapresiasi terselenggaranya seminar tersebut. Ia menilai forum ini bukan hanya menjadi ruang akademik dan keagamaan, tetapi juga wadah penting untuk merumuskan solusi berbasis nilai-nilai Al-Qur’an dalam menghadapi tantangan global.
Di tengah berbagai konflik dunia, terutama di Timur Tengah, Jihan menilai dunia saat ini tidak kekurangan kecerdasan dan teknologi, melainkan kebijaksanaan dan keteduhan nurani.
“Al-Qur’an hadir sebagai pedoman yang menawarkan jalan damai, keadilan, dan kemuliaan manusia,” katanya.
Ia juga mengingatkan kontribusi besar peradaban Islam melalui tokoh-tokoh seperti Ibnu Sina, Al-Khawarizmi, dan Ibnu Khaldun, sebagai bukti peran umat Islam dalam kemajuan ilmu pengetahuan dunia.
Lebih lanjut, Jihan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung pendidikan berkualitas dan menjaga kehidupan masyarakat yang rukun serta inklusif. Ia menyebut Lampung sebagai miniatur keberagaman Indonesia yang mampu mempertahankan harmoni sosial.
“Selama bertahun-tahun kami hidup berdampingan secara harmonis, dan ini akan terus kami jaga,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Darul Fattah Lampung, Abu Azzam Aryasin, berharap seminar ini dapat membawa dan mengembangkan nilai-nilai perdamaian di Lampung. Ia menilai Mesir dan kawasan Timur Tengah sebagai pusat ilmu pengetahuan Islam yang penting untuk diadopsi dan dikembangkan di daerah.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan Pemerintah Provinsi Lampung agar kolaborasi di bidang pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan dapat terus berkelanjutan.
“Kami ingin menghadirkan dan mengembangkan ilmu tersebut di Lampung agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (Rian)













