PIJAR MEDIA,TUBABA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, memperkuat strategi promosi digital untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Langkah tersebut dibahas dalam rapat kerja optimalisasi promosi produk UMKM yang dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tubaba, Eri Budi Santoso, di Ruang Rapat Asisten II, Kamis (23/07/2026).
Rapat yang melibatkan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag), Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dinas Perikanan, serta Dinas Peternakan itu menghasilkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya memaksimalkan pemanfaatan platform digital TubabaQu sebagai media promosi produk lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Kepala perangkat daerah juga menyepakati penyusunan katalog digital UMKM. Pada tahap awal, katalog akan menampilkan 30 UMKM unggulan atau Cluster A yang selama ini mendapatkan pendampingan, mulai dari peningkatan kualitas produk, pengemasan, pemasaran, pengelolaan keuangan hingga legalitas usaha. Selanjutnya, sekitar 70 UMKM lainnya akan ditambahkan pada tahap pengayaan yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.
Selain katalog digital, Pemkab Tubaba juga akan memperkuat promosi melalui berbagai konten kreatif seperti podcast, video pendek, dan materi visual. Dinas Kominfo bersama organisasi perangkat daerah terkait akan menyiapkan konsep komunikasi, naskah, hingga peliputan langsung ke lokasi usaha agar promosi produk lebih menarik dan efektif.
Dalam rapat tersebut, Dinas Koperindag juga mengungkapkan layanan pengurusan Sertifikat Halal kini telah tersedia di Mal Pelayanan Publik (MPP) Tubaba. Untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha, pemerintah akan membuat podcast edukatif yang menjelaskan proses, persyaratan, dan mekanisme memperoleh sertifikat halal.
Sementara itu, Dinas Perikanan memaparkan potensi produk olahan unggulan berupa seluang crispy yang telah dipasarkan melalui marketplace seperti Shopee. Meski demikian, perluasan akses pasar masih menjadi tantangan sehingga promosi digital dinilai menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan penjualan. Di sektor peternakan, pemerintah juga berencana menghadirkan podcast edukasi mengenai Juru Sembelih Halal (JULEHA) guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap standar penyembelihan halal dan keamanan pangan.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tubaba, Eri Budi Santoso, menegaskan keberhasilan pengembangan UMKM membutuhkan kerja sama seluruh perangkat daerah.
“Mari kita berbagi tugas, bersama-sama memajukan UMKM di Tubaba. Saya minta ada tindak lanjutnya, apa yang harus kita lakukan segera, segera kita laksanakan,” tegas Eri.
Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Pemkab Tubaba menargetkan promosi produk lokal semakin optimal, akses pasar semakin luas, daya saing UMKM meningkat, dan pada akhirnya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
(Rian)













