PIJAR MEDIA— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba), bersama Bank Lampung mematangkan pengembangan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, termasuk mendorong pembiayaan bagi petani tebu.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Bupati Tubaba Novriwan Jaya dengan jajaran direksi Bank Lampung di Kantor Pusat Bank Lampung, Bandar Lampung, Jumat (27/02/2026).
Dalam pertemuan itu, Novriwan mengapresiasi dukungan Bank Lampung terhadap pembangunan daerah, khususnya melalui skema pembiayaan tanpa agunan dengan bunga rendah bagi pelaku usaha kecil.
“Program ini solusi nyata untuk mendorong ekonomi masyarakat bawah,” ujar Novriwan.
Ia mengusulkan agar plafon kredit tanpa agunan yang sebelumnya maksimal Rp10 juta dapat ditingkatkan hingga Rp20 juta. Menurut dia, peningkatan plafon akan memperluas akses pembiayaan, terutama untuk pengembangan program Tebu Rakyat selain sektor peternakan.
Pemkab Tubaba, lanjut dia, siap memberikan jaminan untuk kredit tebu rakyat karena pola tanam relatif sederhana dan memiliki kepastian pasar. Petani tebu disebut akan bermitra dengan industri gula besar seperti PT Gunung Madu Plantations dan Sugar Group Companies.
“Dengan dukungan subsidi pemerintah pusat sebesar Rp3,5 juta ditambah KUR Super Mikro, program Tebu Rakyat bisa menjadi substitusi yang baik bagi petani singkong atau jagung,” katanya.
Direktur Bisnis Bank Lampung, A. Karim Gusani, menyambut positif usulan tersebut. Ia menyebut secara regulasi plafon kredit tanpa agunan di Bank Lampung dapat mencapai Rp100 juta, meningkat dari sebelumnya Rp50 juta.
Karim mengungkapkan realisasi KUR Super Mikro di Tubaba sejauh ini mencapai sekitar Rp3 miliar dan dinilai menunjukkan tren menggembirakan.
“Bank Lampung optimistis angka ini akan terus naik,” terangnya.
Untuk mengatasi kendala verifikasi berkas di lapangan, Bank Lampung tengah mempertimbangkan pembukaan kantor kas di Lambu Kibang guna memperluas layanan di enam kecamatan wilayah utara Tubaba.
“Wilayah utara memiliki prospek besar untuk pengembangan KUR Super Mikro. Kehadiran kantor kas akan mempercepat proses verifikasi dan layanan perbankan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Tubaba, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tubaba. (Red)









