PIJAR MEDIA, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, memperkuat langkah mitigasi menghadapi ancaman El Nino dan musim kemarau panjang dengan mempercepat pembangunan infrastruktur air untuk sektor pertanian.
Upaya tersebut dilakukan guna menjaga produktivitas pertanian sekaligus mempertahankan posisi Lampung sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, mengatakan berbagai langkah strategis yang dijalankan merupakan arahan langsung Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendukung target swasembada pangan nasional.
Menurut Elvira, Pemprov Lampung terus memperkuat kolaborasi bersama Kementerian Pertanian RI agar tren peningkatan produksi pangan dapat terjaga secara berkelanjutan.
“Program yang dijalankan meliputi penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk subsidi, pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), hingga pengawalan harga pembelian pemerintah terhadap gabah dan jagung,” kata Elvira melalui press release Diskominfotik Provinsi Lampung kepada media, Kamis (28/05/2026).
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan capaian produksi pangan Lampung yang terus meningkat. Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan, Regulasi, dan Reformasi Birokrasi Kementerian Pertanian RI, Tin Latifah, menyebut Lampung berhasil mencatatkan pertumbuhan produksi pangan lebih dari 16 persen pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, Elvira mengakui tantangan terbesar sektor pertanian Lampung saat ini masih berkaitan dengan tata kelola dan ketersediaan infrastruktur air.
“Ekosistem air di Provinsi Lampung saat ini belum terbangun secara optimal. Saat musim hujan kita masih kekurangan embung penampung sehingga banjir dan genangan berisiko menyebabkan gagal panen. Sebaliknya saat musim kemarau, terlebih dengan adanya El Nino, lahan pertanian rentan mengalami kekeringan,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Lampung bersama Kementerian Pertanian mempercepat program penguatan infrastruktur air pada tahun anggaran 2026.
Program strategis tersebut mencakup pembangunan lebih dari 1.200 unit irigasi perpompaan di seluruh kabupaten/kota, fasilitasi irigasi perpipaan, pembangunan bangunan konservasi air, hingga rehabilitasi jaringan irigasi tersier.
Menurut Elvira, penguatan sistem pengairan menjadi strategi penting untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman El Nino 2026 dan musim kemarau panjang.
“Penguatan irigasi diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman, menekan risiko gagal panen, dan menjaga stabilitas produksi pangan daerah,” jelasnya.
Pemprov Lampung juga menyambut dukungan pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah dan Jaringan Irigasi. Kebijakan tersebut membuka ruang percepatan rehabilitasi irigasi melalui intervensi langsung Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Di sisi lain, Elvira menyoroti kendala teknis yang masih dihadapi daerah dalam pengajuan program infrastruktur melalui aplikasi SIPURI. Menurutnya, penyusunan dokumen Detailed Engineering Design (DED) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) kerap menjadi hambatan karena sebagian aparatur dan penyuluh belum memiliki kapasitas teknis memadai.
“Kami berharap Kementerian PU melalui BBWS dapat memberikan pelatihan khusus kepada penyuluh pertanian dan aparatur daerah agar percepatan pembangunan infrastruktur pertanian berjalan lebih efektif,” katanya.
Selain pembangunan fisik, Pemprov Lampung juga menekankan pentingnya menjaga soliditas koordinasi antara pemerintah daerah dan penyuluh pertanian pasca-alih tugas penyuluh menjadi pegawai Kementerian Pertanian.
“Hubungan kerja dan koordinasi antara dinas di daerah dengan para penyuluh harus tetap solid. Sinergi yang kuat di lapangan adalah kunci utama agar pendampingan petani dan pengelolaan air berjalan sukses demi mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di Bumi Ruwa Jurai,” tutup Elvira.
(Rian)













