PIJAR MEDIA, TUBABA– Pihak SMKN 1 Tulang Bawang Tengah (TBT), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan manipulasi pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2024 dan 2025.
Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala SMKN 1 TBT, Titis Sungkowo, didampingi staf Tata Usaha, Ipung, kepada awak media pada Kamis (30/04/2026), sebagai bentuk hak jawab atas pemberitaan yang sebelumnya beredar.
Dalam pemberitaan sebelumnya disebutkan bahwa pada tahun 2025, dengan jumlah 1.403 siswa, sekolah menerima dana BOS sebesar Rp2,2 miliar dalam dua tahap, masing-masing Rp1.122.400.000. Sementara pada tahun 2024, dana BOS yang diterima mencapai Rp2.219.200.000 untuk 1.387 siswa. Sejumlah pos anggaran dalam laporan tersebut sempat diduga mengalami manipulasi.
Menanggapi hal itu, Titis menegaskan bahwa seluruh penggunaan anggaran telah dilakukan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) BOS yang berlaku.
“Administrasi perkantoran kami tersebar di berbagai unit, karena setiap jurusan memiliki kantor masing-masing. Kebutuhan alat tulis kantor dan perlengkapan kerja tentu cukup besar, termasuk belanja barang habis pakai,” ujar Titis.
Ia menjelaskan, anggaran untuk kebutuhan administrasi perkantoran setiap tahun berkisar antara Rp600 juta hingga lebih dari Rp700 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung operasional di seluruh jurusan.
Selain itu, anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana yang mencapai sekitar Rp300 juta per tahun digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional, seperti perawatan bangunan, pemangkasan rumput, penyemprotan, pembelian obat rumput, bahan bakar (BBM), serta pembayaran upah tenaga kerja non-ASN, terutama saat ada pekerjaan tambahan atau lembur.
Terkait belanja honor tenaga pendidik, Titis menyebutkan bahwa jumlah guru di SMKN 1 TBT sekitar 80 orang, dengan total tenaga kerja termasuk tata usaha mencapai sekitar 114 orang. Adapun tenaga non-ASN pada tahun 2024 berkisar 25 hingga 30 orang dan berkurang menjadi sekitar 6 orang pada tahun 2025.
Dalam pengembangan perpustakaan, pihak sekolah mengakui bahwa tidak ada pengadaan buku pada tahun 2024. Namun pada tahun 2025 dilakukan pembelian buku, khususnya buku pertanian yang dinilai sulit diperoleh namun dibutuhkan dalam proses pembelajaran.
Sementara itu, anggaran asesmen digunakan untuk mendukung kegiatan evaluasi pembelajaran, seperti asesmen tengah semester, semester ganjil, dan asesmen akhir.
Untuk kegiatan ekstrakurikuler, sekolah mengalokasikan dana guna mendukung aktivitas siswa di bidang seni dan olahraga, termasuk pengadaan alat musik, bola voli, bola sepak, serta perawatan sarana yang ada.
Di sektor layanan daya dan jasa, biaya listrik sekolah berkisar antara Rp10 juta hingga Rp12 juta per bulan dengan kapasitas daya sekitar 60 ribu KWH. Fasilitas internet (wifi) juga telah tersedia di hampir seluruh jurusan guna menunjang kegiatan belajar mengajar.
Terkait program bursa kerja dan praktik industri, pihak sekolah menjelaskan bahwa sistem pembelajaran di SMK mencakup kegiatan di dalam dan luar sekolah, seperti Praktik Kerja Lapangan (PKL), kerja praktik industri, serta kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri.
“Dalam peningkatan kompetensi tenaga pendidik, sekolah rutin menggelar kegiatan pengembangan profesi guru setiap hari Rabu sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas,” kata Titis.
Dia menambahkan, pada bidang multimedia pembelajaran, meski tidak memiliki jurusan khusus, siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) tetap difasilitasi untuk mengembangkan keterampilan multimedia, seperti produksi film pendek.
“Sementara dalam pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK), sekolah melibatkan penguji dari pihak industri guna menjaga objektivitas penilaian. Guru hanya berperan sebagai pendamping,” pungkasnya.
Melalui klarifikasi tersebut, pihak SMKN 1 Tulang Bawang Tengah berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang terkait pengelolaan dana BOS, sekaligus menegaskan komitmen sekolah dalam menjalankan tata kelola anggaran sesuai ketentuan yang berlaku. (Rian)













