Kejari dan Pemkab Tubaba Monitoring SPPG dan Sekolah, Pastikan Layanan MBG Prima

Foto : Monitoring Pelaksanaan MBG di SPPG dan Sekolah oleh Kejari dan Pemkab Tubaba

PIJAR MEDIA, TUBABA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulang Bawang Barat (Tubaba), bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tubaba melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan sekolah.

Salah satu lokasi yang dikunjungi yakni SPPG Daya Murni 4 dan Pondok Pesantren MHM Daya Murni di Kecamatan Tumijajar, Kamis (16/07/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengawasan terpadu guna memastikan pelayanan MBG tetap berjalan optimal setelah masa libur sekolah berakhir.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tubaba, melalui Kasubsi II Intelijen Kejari Tubaba, Kahfi Yudha, S.H, mengatakan monitoring dilakukan secara kolaboratif bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau Satuan Tugas (Satgas) MBG sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI, Kejaksaan Agung, dan Kejaksaan Tinggi Lampung dalam mengawal program prioritas nasional.

“Kami turun langsung bersama Pemkab untuk melihat kesiapan dapur MBG atau SPPG setelah masa libur sekolah. Kami ingin memastikan seluruh dapur tetap dalam kondisi prima, pelayanan berjalan baik, dan kualitasnya terus meningkat,” kata Kahfi.

Ia menjelaskan, kegiatan monitoring dan evaluasi berlangsung selama lima hari, mulai Senin (13/7) hingga Jumat (17/7). Selain memeriksa kesiapan dapur, tim juga meninjau langsung proses distribusi makanan ke sekolah-sekolah untuk memastikan manfaat program benar-benar dirasakan para siswa.

“Kami mendatangi sekolah-sekolah mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Kami ingin memastikan makanan yang diterima siswa sesuai standar, distribusinya berjalan lancar, dan seluruh proses pelayanan terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Dari hasil pemantauan sementara, Kejari mencatat beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan, terutama terkait kebersihan lingkungan dapur dan pengelolaan saluran pembuangan agar standar sanitasi tetap terjaga.

“Kami mengingatkan agar kebersihan dapur dan sistem pembuangan limbah semakin diperhatikan. Hal-hal seperti ini penting untuk menjaga kualitas layanan dan keamanan pangan bagi para penerima manfaat,” ucap Kahfi.

BACA JUGA :  PKC PMII Lampung Gelar Bakti Sosial, Gaungkan Gerakan Spiritual hingga Pelestarian Alam

Selain itu, Kejari juga menyampaikan imbauan dari Kejati Lampung agar jika ada makanan yang berlebih dan masih layak konsumsi, jangan sampai terbuang sia-sia.

“Apabila terdapat makanan berlebih yang masih layak dikonsumsi, kami mengimbau agar dapat disalurkan kepada masyarakat kurang mampu, fakir miskin, maupun anak yatim sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” katanya.

Kejari juga mendorong seluruh SPPG menjalin kemitraan dengan pelaku UMKM maupun Badan Usaha Milik Tiyuh (BUMT) di wilayah masing-masing sebagai upaya mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap kebutuhan bahan pangan maupun pendukung operasional dapur dapat melibatkan potensi usaha lokal. Dengan begitu, program MBG tidak hanya meningkatkan gizi anak-anak, tetapi juga memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Menurut Kahfi, pengawasan dilakukan dengan beberapa tim dari Kejari yang bekerja bersama OPD terkait sehingga jangkauan monitoring lebih luas dan pelaksanaan program dapat dievaluasi secara menyeluruh.

“Alhamdulillah, dari hasil pemantauan beberapa hari terakhir, secara umum kondisi dapur-dapur MBG di Tubaba sudah berjalan cukup baik termasuk SPPG Daya Murni 4 yang kami pantau hari ini. Tentu evaluasi akan terus dilakukan agar kualitas pelayanan semakin meningkat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Daya Murni 4, Danu Fransisco Permana, ST, yang juga didampingi Pengawas Gizi Meylani Wulandari., S.K.M, ⁠Pengawas Keuangan Adinda Putri Z. S., S. Akun., serta Asisten Lapangan dan jajaran Relawan SPPG lainnya, menyambut baik kunjungan tim Kejari dan Pemkab sebagai bentuk pengawasan sekaligus pembinaan terhadap pelaksanaan Program MBG.

“Kami mengapresiasi kunjungan ini karena menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan pelayanan MBG berjalan sesuai standar. Kami terbuka terhadap setiap masukan yang diberikan demi peningkatan kualitas layanan kepada para penerima manfaat,” ujarnya.

BACA JUGA :  Matangkan Persiapan : KONI Mesuji Gelar Rakor Finalisasi Jelang Agenda Besar KONI Expo 2026

Danu menjelaskan, selama kunjungan tersebut pihaknya memaparkan berbagai informasi yang dibutuhkan tim monitoring, mulai dari jumlah penerima manfaat, jumlah relawan yang bertugas, kelengkapan sarana dan prasarana dapur, sistem pengawasan gizi, hingga tata kelola limbah.

“Seluruh data kami sampaikan secara terbuka. Kami berkomitmen menjaga transparansi, memperkuat standar kebersihan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memastikan setiap makanan yang diproduksi memenuhi aspek keamanan pangan dan kecukupan gizi. Dengan sinergi bersama Kejari, Pemkab, dan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Program MBG di Tubaba dapat terus berjalan semakin baik, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi anak-anak,” pungkasnya.

(Rian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *