PIJAR MEDIA, TUBABA– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, kembali mulai menggelar Gerakan Serentak Penetrasi Pasar yang dirangkaikan dengan operasi pasar murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi daerah.
Pelaksanaan perdana program tersebut berlangsung di Pasar Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Selasa (07/07/2026), hasil kerja sama Pemkab Tubaba dengan Perum Bulog serta Pemerintah Provinsi Lampung.
Kegiatan dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tubaba, Eri Budi Santoso, didampingi Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Tubaba, Achmad Nazaruddin.
Dalam sambutannya, Eri Budi Santoso mengatakan pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah fluktuasi harga sejumlah komoditas pangan.
“Melalui kegiatan ini pemerintah berupaya menekan laju inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperindag Tubaba Achmad Nazaruddin menjelaskan, masyarakat dapat membeli sejumlah komoditas pangan yang disalurkan melalui Perum Bulog dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.
Komoditas yang dijual meliputi beras SPHP, gula ManisKita, dan minyak goreng MinyaKita. Pada pelaksanaan operasi pasar tersebut, pemerintah menyediakan beras SPHP sebanyak 1,5 ton, gula ManisKita sekitar 10 hingga 20 dus, serta minyak goreng MinyaKita sebanyak 150 hingga 200 dus.
Adapun harga jual yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan harga pasar, yakni minyak goreng MinyaKita Rp15.500 per liter, gula pasir Rp17.500 per kilogram, dan beras kemasan 5 kilogram Rp58.000.
Achmad Nazaruddin mengatakan, penjualan komoditas pangan bersubsidi itu diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.
“Program Gerakan Serentak Penetrasi Pasar akan dilaksanakan secara bergilir di sejumlah pasar tradisional selama Juli 2026. Jadwalnya meliputi Pasar Panaragan Jaya pada 7, 16, 23, dan 30 Juli, Pasar Pulung Kencana pada 9 Juli, Pasar Mulya Asri pada 14 Juli, Pasar Tunas Jaya Kecamatan Gunung Agung pada 22 Juli, serta Pasar Unit 6 Kecamatan Lambu Kibang pada 28 Juli,” terang Nazaruddin.
Pemkab Tubaba menargetkan kegiatan tersebut terus berlanjut hingga akhir tahun dengan pelaksanaan delapan kali setiap bulan sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah.
“Selain melalui operasi pasar murah, pemerintah juga akan terus melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok, memperkuat distribusi pangan, serta berkoordinasi dengan Perum Bulog dan instansi terkait guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga pangan di Kabupaten Tubaba,” pungkasnya.
Pelaksanaan perdana Gerakan Serentak Penetrasi Pasar mendapat sambutan positif dari masyarakat. Tingginya antusiasme warga menunjukkan program tersebut dinilai membantu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih murah sekaligus memperkuat upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi daerah.
(Rian)













