Dorong Produksi Jagung, Tubaba Usulkan Bantuan Benih untuk 3.000 Hektare

Foto : Kepala Dinas TPHP Tubaba, Sarwo Haddy Sumarsono.

PIJAR MEDIA, TUBABA – Upaya mendukung ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan para petani, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, mengusulkan bantuan benih jagung hibrida untuk luasan sekitar 3.000 hektare pada tahun 2026.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Tubaba, Sarwo Haddy Sumarsono, mengatakan usulan bantuan jagung tersebut saat ini masih dalam proses pengadaan di Kementerian Pertanian (Kementan) sehingga jumlah bantuan yang akan diterima daerah belum dapat dipastikan.

“Usulan bantuan jagung sudah diajukan sekitar 3.000 hektare. Saat ini masih berproses di kementerian pada tahapan mini kompetisi, sehingga jumlah yang akan diterima belum bisa dipastikan,” kata Sarwo saat dikonfirmasi, Jumat (19/06/2026).

Ia menjelaskan, apabila proses pengadaan berjalan sesuai rencana, bantuan benih jagung diperkirakan dapat disalurkan pada Musim Tanam (MT) I Tahun 2026–2027.

Selain mengusulkan bantuan jagung, Kabupaten Tubaba sebelumnya juga telah menerima bantuan benih padi varietas Inpari 32 sebanyak 29.150 kilogram pada tahun 2026. Bantuan tersebut dialokasikan untuk lahan pertanian seluas 1.166 hektare dan telah direalisasikan kepada petani pada musim tanam Februari 2026.

Menurut Sarwo, benih padi yang disalurkan merupakan varietas Inpari 32 jenis inbrida dengan alokasi 25 kilogram per hektare.

“Seluruh bantuan telah disalurkan dan ditanam oleh petani pada Februari 2026,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas TPHP Tubaba, penyaluran benih padi terbesar berada di Kecamatan Tulang Bawang Tengah sebanyak 11.575 kilogram, disusul Kecamatan Tulang Bawang Udik 10.725 kilogram, Kecamatan Batu Putih 4.050 kilogram, Kecamatan Pagar Dewa 2.125 kilogram, dan Kecamatan Lambu Kibang 675 kilogram.

Sarwo menambahkan, seluruh usulan bantuan pertanian disampaikan melalui sistem e-Banper oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) berdasarkan kebutuhan yang dihimpun dari kelompok tani. Mekanisme tersebut diterapkan agar bantuan yang diberikan sesuai kebutuhan petani dan tepat sasaran.

BACA JUGA :  Gubernur dan Ketum HIPMI Meriahkan Half Marathon Lampung 2026

“Untuk bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), sampai saat ini belum ada informasi maupun usulan yang sedang berjalan. Kalau ada realisasi, kemungkinan berasal dari aspirasi DPR RI, tetapi hingga kini belum ada kepastian terkait jenis, jumlah, maupun waktu penyalurannya,” terang Sarwo.

Pemerintah Kabupaten Tubaba, lanjut dia, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna memperjuangkan tambahan bantuan sektor pertanian untuk mendukung peningkatan produksi dan kesejahteraan petani di daerah.

“Kami berharap usulan yang telah disampaikan dapat terealisasi sehingga dapat membantu petani meningkatkan produksi pertanian. Selain mendukung program ketahanan pangan nasional, bantuan-bantuan yang diberikan juga diharapkan mampu menambah pendapatan dan kesejahteraan petani di Tubaba,” pungkasnya. (Rian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *