PIJAR MEDIA, TUBABA – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, mencatat sebanyak 40.621 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima Bantuan Pangan (Bapang) yang tersebar di sembilan kecamatan sepanjang 2026.
Pemerintah daerah terus memperbarui data penerima agar bantuan sosial disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Kepala Bidang Fakir Miskin Dinsos Tubaba, Arbi, mengatakan penyesuaian juga terjadi pada jumlah penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) selama semester pertama 2026. Pada periode Januari–Maret tercatat sebanyak 18.621 KPM, sedangkan pada periode April–Juni menjadi 16.207 KPM.
Menurutnya, perubahan jumlah penerima merupakan hasil dari proses pemutakhiran data yang dilakukan secara berkala dengan melibatkan pemerintah tiyuh atau desa.
“Apabila ditemukan penerima bantuan yang sudah tergolong mampu, maka yang bersangkutan berhak diusulkan untuk diganti. Penentuannya kami serahkan kepada pemerintah tiyuh karena mereka yang paling mengetahui kondisi warganya,” ujar Arbi, Selasa (14/07/2026).
Pendamping Direktorat Pemberdayaan Sosial Masyarakat (DayaSosmas), Zainal Arifin, menambahkan pemerintah tiyuh memegang peran penting dalam memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh warga yang berhak. Melalui musyawarah dan verifikasi di tingkat tiyuh, penerima yang dinilai tidak lagi memenuhi kriteria dapat diusulkan untuk diganti.
“Apabila dalam suatu tiyuh tidak lagi terdapat warga yang memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan, maka pemerintah tiyuh akan berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk menentukan langkah selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Berdasarkan data Dinsos Tubaba, Kecamatan Tulang Bawang Tengah menjadi wilayah dengan jumlah penerima Bantuan Pangan terbanyak, yakni 12.538 KPM. Selanjutnya Kecamatan Tumijajar sebanyak 5.719 KPM, Gunung Agung 4.560 KPM, Tulang Bawang Udik 3.946 KPM, Lambu Kibang 3.291 KPM, Way Kenanga 3.284 KPM, Gunung Terang 3.111 KPM, Batu Putih 2.868 KPM, dan Pagar Dewa 1.340 KPM.
“Dinsos Tubaba berharap pembaruan data penerima bantuan dapat terus dilakukan secara berkala melalui sinergi dengan pemerintah tiyuh. Dengan data yang akurat, program bantuan sosial diharapkan semakin tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.
(Rian)













