PIJAR MEDIA, TUBABA – Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Novriwan Jaya, menerima audiensi Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Lampung di ruang kerjanya.
Pertemuan tersebut membahas monitoring pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tubaba sekaligus penguatan pengawasan terhadap sejumlah program prioritas daerah, Senin (27/07/2026).
Audiensi itu menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Tubaba dan BPKP Provinsi Lampung guna mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta mendukung percepatan pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, Novriwan memaparkan sejumlah program unggulan yang menjadi fokus pembangunan daerah. Pada sektor kesehatan, Pemkab Tubaba terus mengoptimalkan program Tubaba Q Sehat untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, memperluas akses layanan masyarakat, serta mendorong pola hidup sehat.
“Di bidang pendidikan, kita menjalankan program Tubaba Q Cerdas yang difokuskan pada peningkatan mutu pendidikan, penguatan karakter generasi muda, dan pengembangan sumber daya manusia yang unggul serta berdaya saing,” ujar Novriwan.
Sementara pada sektor ekonomi, lanjut dia, pemerintah daerah mengembangkan program Tubaba Q Berdaya sebagai langkah memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan kapasitas masyarakat, serta perluasan kesempatan berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Selain itu, Bupati juga memaparkan program Bolo Ngarit yang difokuskan pada pemberdayaan peternak guna meningkatkan produktivitas dan kualitas usaha peternakan. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan pendapatan peternak, sekaligus mendukung Tubaba sebagai salah satu sentra peternakan yang berdaya saing di Provinsi Lampung.
Novriwan menegaskan seluruh program prioritas tersebut didukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, penguatan tata kelola pemerintahan, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk mempercepat pembangunan yang inklusif dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Melalui audiensi ini, kami berharap sinergi dalam pengawasan pembangunan RSUD serta pelaksanaan berbagai program strategis daerah semakin kuat. Pendampingan itu diharapkan memastikan setiap program berjalan efektif, efisien, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
(Rian)













