PIJAR MEDIA, WAY KANAN — Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela meninjau langsung progres pembangunan ruas jalan Kasui–Air Ringkih (batas Sumatera Selatan) di Kabupaten Way Kanan.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kelanjutan pembangunan infrastruktur yang menjadi jalur penting mobilitas warga dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat, Selasa (10/03/2026).
Ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Kasui dan Kecamatan Rebang Tangkas tersebut saat ini tengah dibangun secara bertahap. Perbaikan jalan diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar distribusi hasil perkebunan masyarakat.
Dalam dialog dengan warga di lokasi peninjauan, Jihan menegaskan bahwa ruas Kasui–Air Ringkih merupakan akses strategis yang selama ini menjadi jalur utama kendaraan pengangkut komoditas kelapa sawit.
“Jalan ini akan diperbaiki dan dilanjutkan pembangunannya. Sebelumnya sudah dikerjakan pada 2024, dan tahun ini akan disambung lagi sekitar lima kilometer. Nanti menggunakan konstruksi rigid agar lebih kuat,” ujar Jihan.
Ia menjelaskan, penggunaan konstruksi beton atau rigid pavement dipilih untuk menyesuaikan dengan tingginya beban kendaraan yang melintas di jalur tersebut. Setiap hari, sekitar 50 kendaraan dengan tonase hingga 9 ton melintasi ruas jalan tersebut untuk mengangkut hasil perkebunan.
“Kalau tonase kendaraan berlebih, jalan akan cepat rusak. Karena itu kita gunakan rigid supaya lebih tahan terhadap beban kendaraan,” katanya.
Lanjut dia, Pemerintah Provinsi Lampung merencanakan penanganan ruas Kasui–Air Ringkih sepanjang 5,5 kilometer dengan konstruksi beton setebal 20 sentimeter. Pekerjaan tersebut akan dibagi ke dalam tujuh segmen dengan dukungan anggaran sekitar Rp55 miliar.
Selain proyek tersebut, pada tahun anggaran 2026 Pemprov Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp178,5 miliar untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Way Kanan. Anggaran itu mencakup penanganan delapan ruas jalan provinsi serta pembangunan dua jembatan.
“Pemerintah menilai peningkatan infrastruktur jalan menjadi bagian penting dalam mendorong pemerataan pembangunan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah sentra perkebunan di Lampung,” pungkasnya. (Rian)













