PMK Tubaba Terkendali Sejak 2022, Ribuan Ternak Telah Divaksin hingga Awal 2026

Foto : Kabid Keswan dan Kesmavet Tubaba, Irwan Sutrisno

Pijar Media — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, memastikan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di wilayahnya terkendali. Sejak temuan kasus pertama pada 2022, hingga awal 2026 tidak ditemukan lagi kasus baru PMK, berkat penanganan terpadu dan vaksinasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Tubaba, Dedi Oktaviali, didampingi Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Irwan Sutrisno, menjelaskan bahwa satu-satunya kasus PMK di Tubaba terjadi pada 28 April 2022 di Tiyuh (Desa) Mulya Jaya, Kecamatan Gunung Agung.

“Pada 2022 terdapat 78 ekor sapi yang terjangkit PMK. Dari jumlah itu, satu ekor mati dan 77 ekor berhasil disembuhkan. Sejak 2023 sampai sekarang, tidak ada lagi laporan kasus PMK di Tubaba,” kata Irwan saat dikonfirmasi, Rabu (04/02/2026).

Dia menjelaskan, begitu kasus PMK ditemukan, Pemkab Tubaba langsung melakukan penanganan terpadu dengan melibatkan lintas sektor, mulai dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Balai Veteriner Lampung, unsur TNI-Polri, Camat, hingga Aparatur Tiyuh.

Selain itu, pemerintah daerah membentuk Satuan Tugas (Satgas) dan Unit Reaksi Cepat (URC) untuk pengendalian dan pencegahan PMK. Upaya lain yang dilakukan meliputi pengobatan ternak sakit dan sehat di wilayah terdampak, pembatasan lalu lintas ternak, hingga pengetatan checkpoint pengiriman ternak dari dan ke daerah tertular.

“Penerapan 3M juga kami lakukan secara konsisten, yaitu membatasi mobilitas ternak, menjaga biosekuriti, dan meningkatkan imunitas ternak melalui vaksinasi,” ujarnya.

Disnakeswan Tubaba juga rutin melakukan sanitasi dan desinfeksi kandang, pemberian antibiotik, analgesik, antipiretik, serta multivitamin untuk menjaga kondisi kesehatan ternak.

Dalam rangka mencegah penyebaran PMK, vaksinasi massal menjadi salah satu langkah utama. Irwan memaparkan, sejak 2022 hingga Januari 2026, capaian vaksinasi PMK di Tubaba tergolong signifikan.

BACA JUGA :  Berkolaborasi dengan YJI, Baznas Tubaba Bantu Balita Penderita Jantung Bawaan

Pada 2022, vaksinasi dilakukan terhadap 15.000 ekor sapi. Selanjutnya pada 2023, total vaksinasi mencapai 50.431 ekor, terdiri dari 24.190 sapi dan 26.241 kambing. Tahun 2024 menjadi capaian tertinggi dengan 136.277 ekor ternak, meliputi sapi dan kambing.

Sementara pada 2025, vaksinasi PMK menyasar 37.791 ekor ternak, terdiri dari sapi, kerbau, kambing, dan domba. Januari 2026, vaksinasi telah diberikan kepada 1.500 ekor sapi.

“Vaksinasi ini dilakukan secara gratis dan petugas kami aktif menyisir desa-desa untuk memastikan ternak dalam kondisi sehat dan sudah divaksin,” jelasnya.

Saat ini, populasi ternak di Kabupaten Tubaba tercatat mencapai lebih dari 213 ribu ekor, didominasi kambing dan sapi. Untuk mendukung perlindungan ternak, Pemkab Tubaba menargetkan vaksinasi hampir seluruh populasi tersebut secara bertahap.

Namun demikian, Irwan mengakui bahwa pengadaan vaksin PMK sepenuhnya masih bergantung pada alokasi dari pemerintah pusat. Pada awal 2026, Tubaba menerima 9.367 dosis vaksin PMK, yang diprioritaskan untuk ternak sapi, khususnya calon hewan kurban.

“APBD Tubaba belum mengalokasikan anggaran khusus untuk pengadaan vaksin PMK. Anggaran daerah lebih difokuskan pada dukungan operasional petugas di lapangan,” ungkapnya.

Vaksinasi PMK sendiri harus dilakukan secara berulang setiap enam bulan, karena kekebalan ternak dapat menurun setelah periode tersebut.

Meski tidak ditemukan kasus PMK sejak 2023, Pemkab Tubaba tetap mengimbau peternak untuk waspada. Sosialisasi bahaya PMK, pentingnya biosekuriti kandang, serta pemberian vitamin untuk meningkatkan daya tahan ternak terus digencarkan.

“Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama. Ke depan, kewaspadaan harus tetap dijaga agar Tubaba bisa terus bebas PMK dan ekonomi peternak tetap terlindungi,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *