Hotspot dan Karhutla Muncul, Tubaba Perketat Kewaspadaan

Foto : Peta Sebaran Hotspot Kekeringan dan Karhutla di Tubaba

PIJAR MEDIA, TUBABA— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, mencatat sejumlah titik panas (hotspot) sepanjang 2026 hingga 11 Agustus.

Kepala BPBD Tubaba melalui Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Reja Rican, mengatakan temuan hotspot paling banyak berada di Kecamatan Tulang Bawang Tengah. Sementara jumlah hotspot tertinggi tercatat pada Juli 2026.

“Sepanjang 2026 sampai 11 Agustus, terdapat lima hotspot yang terdeteksi di wilayah Tubaba,” kata Reja, Selasa (11/08/2026).

Lima kejadian karhutla tercatat di Tiyuh (Desa) Penumangan pada April, kawasan depan Kantor Polres di Uluan Nughik pada Juli, kawasan SMK/Agro Tiyuh Pulung Kencana pada Juli, Tol KM 203 Kecamatan Lambu Kibang pada Agustus, serta SP 6 di perbatasan Tulang Bawang dan Way Kanan pada Agustus.

Selain karhutla, kondisi kekeringan dilaporkan terjadi di seluruh sembilan kecamatan di Tubaba. Kekeringan meliputi Kecamatan Batu Putih, Gunung Agung, Gunung Terang, Lambu Kibang, Pagar Dewa, Tulang Bawang Tengah, Tulang Bawang Udik, Tumijajar, dan Way Kenanga.

BPBD menyebut kondisi tersebut dipengaruhi rendahnya curah hujan akibat musim kemarau yang panjang atau dampak El Nino Godzilla. Faktor iklim dan pengelolaan lingkungan juga dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.

Meski demikian, BPBD Tubaba menyatakan belum ada wilayah yang saat ini ditetapkan secara rinci sebagai kawasan rawan kekeringan atau karhutla. Pemantauan dan langkah pencegahan tetap dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan risiko selama musim kemarau.

“Dalam pemantauan dan penanganan hotspot maupun karhutla, BPBD berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran. Informasi mengenai lokasi kejadian digunakan untuk mendukung respons dan penanganan di lapangan,” jelasnya.

BPBD juga telah menyampaikan imbauan kepada camat se-Tubaba untuk diteruskan kepada masyarakat melalui kepala tiyuh atau desa. Sosialisasi turut dilakukan melalui media sosial.

BACA JUGA :  Kolaborasi Hexa Helix Tingkatkan Kompetensi Guru di Lampung

Masyarakat diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan serta berhati-hati saat membakar sampah. Aktivitas yang berpotensi menimbulkan api diminta dilakukan dengan memperhatikan keamanan lingkungan.

BPBD juga mengingatkan bahwa data peta dan tabel hotspot serta indikasi kekeringan periode Juli-Agustus 2026 yang digunakan merupakan alat bantu pemantauan awal. Data tersebut belum menjadi rekapitulasi resmi satu tahun penuh dari SIPONGI KLHK maupun Dashboard Lancang Kuning Polda Lampung.

Untuk data resmi dan lebih akurat berdasarkan tanggal, diperlukan rujukan langsung dari SIPONGI Kementerian Kehutanan, Dashboard Lancang Kuning Polda Lampung, BPBD Provinsi Lampung, serta BMKG Provinsi Lampung.

“BPBD Tubaba mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan bersama-sama mencegah aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi kekeringan yang terjadi di seluruh wilayah kecamatan,” pungkasnya.

(Rian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *