PIJAR MEDIA, TUBABA – Kebakaran hebat melanda SD Negeri 14 di Tiyuh (Desa) Tirta Makmur, Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (11/06/2026) siang. Petugas pemadam kebakaran atau Damkar harus berjibaku selama hampir dua jam untuk memadamkan kobaran api yang melahap sebagian bangunan sekolah tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Tubaba, Sujatmiko, mengatakan laporan kebakaran diterima pihaknya pada pukul 12.21 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Regu 1 Pos Candra dan Regu 1 Pos Pemda langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.
“Tim tiba di lokasi sekitar pukul 12.35 WIB. Dan langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api semakin membesar serta merembet ke rumah-rumah warga di sekitar sekolah,” kata Sujatmiko.
Proses pemadaman dimulai pukul 12.38 WIB. Dan baru berhasil diselesaikan pada pukul 14.20 WIB. Berkat respons cepat petugas, kobaran api berhasil dikendalikan dan tidak sampai menjalar ke permukiman warga.
“Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Namun, kita masih bersyukur tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut,” ungkapnya.
Sejumlah saksi mata yang berada di lingkungan sekolah mengaku pertama kali mengetahui kebakaran setelah melihat kepulan asap tebal dari arah ruang kepala sekolah. Dalam waktu singkat, api membesar dan menjalar ke bagian bangunan lainnya.
Akibat peristiwa tersebut, ruang kepala sekolah dan dua ruang kelas mengalami kerusakan parah. Berbagai aset penting sekolah yang berada di dalam ruangan juga tidak sempat diselamatkan.
Aset yang hangus terbakar antara lain perangkat administrasi sekolah, lemari arsip, buku-buku baru, seragam drumband, piala, perlengkapan kesenian tari, serta sejumlah perabot sekolah lainnya.
Bangunan sekolah yang terbakar merupakan gedung yang dibangun pada tahun 2008 dengan konstruksi atap berbahan onduline dan hingga kini belum pernah menjalani rehabilitasi besar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tubaba, Chery Sofyan, yang turun langsung meninjau lokasi kebakaran memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Menurutnya, langkah utama yang akan dilakukan pemerintah daerah adalah memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan meskipun sebagian fasilitas sekolah mengalami kerusakan.
“Fokus utama saat ini memastikan tidak ada korban jiwa. Kami akan menyiapkan berbagai opsi, termasuk penyediaan kelas darurat sehingga kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan,” ujar Chery.
Ia menambahkan, pihaknya saat ini sedang melakukan pendataan terhadap seluruh aset sekolah yang terdampak kebakaran sekaligus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk proses pemulihan.
Peristiwa tersebut juga telah dilaporkan kepada Kementerian Pendidikan. Pemerintah pusat disebut merespons positif dan membuka peluang bantuan melalui program revitalisasi sekolah.
“Kami berharap pemerintah pusat dapat membantu perbaikan atau pembangunan gedung baru melalui dana revitalisasi. Kemungkinan dalam waktu dekat tim survei akan turun untuk mengecek langsung lokasi SDN 14 Tirta Makmur,” pungkasnya.
(Rian).













