Tinjau Sentra Mocaf Pringsewu, Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Singkong Perkuat Ketahanan Pangan

Foto : Kunjungan Gubernur Lampung di Sentra Mocaf Pringsewu

PIJAR MEDIA, PRINGSEWU — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau sentra produksi mocaf (Modified Cassava Flour) di PT Pringsewu Jaya Sejahtera, Persero, Kabupaten Pringsewu, Kamis (12/3/2026).

Kunjungan ini dilakukan untuk mendorong hilirisasi komoditas singkong sebagai upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan daerah.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Mirza didampingi Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas dan Wakil Bupati Umi Laila. Mereka melihat langsung proses produksi tepung mocaf, mulai dari tahap perendaman singkong, pengeringan, hingga proses penyimpanan hasil produksi.

Tepung mocaf yang dihasilkan dari sentra industri kecil dan menengah (IKM) tersebut memiliki tingkat kehalusan hingga mesh 80 dan siap dipasarkan ke berbagai wilayah di Provinsi Lampung. Produk ini juga dikenal sebagai alternatif tepung sehat pengganti terigu yang dapat digunakan untuk berbagai olahan pangan.

Gubernur Mirza mengatakan, pengembangan mocaf merupakan bentuk nyata hilirisasi komoditas singkong yang memiliki potensi besar di Lampung.

“Hilirisasi singkong menjadi mocaf ini luar biasa. Di Pringsewu masyarakat sudah berhasil melakukannya, bahkan banyak dikelola oleh masyarakat pedesaan dan ibu-ibu tanpa membutuhkan teknologi yang tinggi,” ujar Mirza.

Menurutnya, pengolahan singkong menjadi mocaf tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Selama ini singkong hanya dijual sebagai bahan baku. Dengan hilirisasi seperti ini, singkong bisa menjadi bahan pangan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sekaligus dapat dikonsumsi langsung oleh masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan mocaf juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat swasembada dan ketahanan pangan nasional.

Pemerintah Provinsi Lampung, lanjut Mirza, telah menyiapkan sejumlah program dukungan bagi Kabupaten Pringsewu, di antaranya penyediaan pupuk organik cair di desa-desa, pemasangan alat pengering (dryer) untuk meningkatkan kualitas produksi, serta percepatan pengembangan industri mocaf di daerah tersebut.

BACA JUGA :  Senyum di Usia Senja, Baznas Tubaba Antar Sembako untuk Ribuan Lansia

Menurutnya, Kabupaten Pringsewu berpotensi menjadi model pengembangan hilirisasi singkong di Provinsi Lampung.

“Pringsewu bisa menjadi role model. Singkong dari daerah lain seperti Lampung Tengah bisa diolah lebih lanjut di sini menjadi mocaf yang memiliki nilai tambah lebih tinggi,” tuturnya.

Mirza optimistis, jika pengembangan mocaf dilakukan secara luas dan berkelanjutan, dalam beberapa tahun ke depan berbagai produk pangan berbasis mocaf dapat berkembang di tengah masyarakat.

“Kalau ini berhasil, lima sampai sepuluh tahun ke depan masyarakat Lampung bisa makan mi dari mocaf, roti dari mocaf, nugget dari mocaf, bahkan sosis dari mocaf,” jelasnya.

Ia menilai langkah pengembangan mocaf di Pringsewu menjadi bagian penting dalam diversifikasi pangan sekaligus penguatan ekonomi masyarakat berbasis komoditas lokal.

“Ini pertama kalinya ada daerah yang bisa memproduksi mocaf secara masif dan menjadikannya sebagai bahan pangan. Ini sangat keren dan membanggakan bagi Pringsewu,” pungkasnya. (Rian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *