PIJAR MEDIA, BANDAR LAMPUNG,— Sekitar 1.500 pelari dari berbagai kalangan memadati Lapangan Saburai, Enggal, Bandar Lampung, Lampung.
Mereka mengikuti Krakatau Run 2026 yang menjadi salah satu agenda utama Festival Krakatau XXXV Tahun 2026, pada Sabtu (29/08/2026) pagi.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga dan promosi gaya hidup sehat, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat sport tourism di Provinsi Lampung.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan turut ambil bagian dengan berlari bersama para peserta. Ia didampingi Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Lampung Agnesia Bulan.
Kehadiran para pimpinan daerah di tengah peserta menunjukkan semangat kebersamaan yang menjadi bagian dari Festival Krakatau XXXV. Tahun ini, festival mengangkat nilai kearifan lokal Lampung, “Nengah Nyappur”.
Krakatau Run 2026 dirancang tidak hanya sebagai kompetisi olahraga. Pemerintah Provinsi Lampung menjadikannya bagian dari upaya mengembangkan pariwisata berbasis kegiatan atau event tourism.
Kehadiran peserta dalam jumlah besar diharapkan turut memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha lokal, UMKM, serta sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Tony Ferdinansyah, sebelumnya mengatakan Festival Krakatau XXXV diselenggarakan melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media.
“Sekitar 90-95 persen pembiayaan festival disebut berasal dari kemitraan dan dukungan sponsor strategis,” kata Tony.
Ia menjelaskan, Festival Krakatau XXXV berlangsung pada 25-30 Agustus 2026. Krakatau Run menjadi salah satu kegiatan yang menyedot perhatian masyarakat dalam rangkaian festival tersebut.
Selain mendorong aktivitas olahraga, penyelenggaraan Krakatau Run diharapkan menjadi ruang promosi potensi wisata Lampung kepada peserta dari berbagai daerah.
Konsep sport tourism memungkinkan kegiatan olahraga dipadukan dengan pengalaman wisata. Peserta tidak hanya datang untuk mengikuti lomba, tetapi juga berpeluang menikmati destinasi, kuliner, produk ekonomi kreatif, dan berbagai aktivitas wisata yang tersedia di Lampung.
Pemerintah Provinsi Lampung berharap pola tersebut dapat menciptakan efek ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Festival Krakatau XXXV juga telah masuk dalam Kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata. Masuknya festival dalam kalender tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik agenda wisata Lampung di tingkat nasional.
Setelah Krakatau Run dan grand final sejumlah kompetisi pada Sabtu siang, rangkaian Festival Krakatau XXXV dilanjutkan dengan Malam Pembukaan di Lapangan Saburai pada Sabtu malam.
Pemerintah Provinsi Lampung berharap Festival Krakatau tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi terus berkembang sebagai ruang promosi pariwisata, penguatan UMKM, serta penggerak ekonomi masyarakat.
“Melalui perpaduan olahraga, budaya, dan pariwisata, Krakatau Run 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi Lampung sebagai destinasi sport tourism yang memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Tony.
(Rian)













