Disnakeswan Tubaba Lakukan Pengawasan dan Pembinaan Penggunaan Produk Peternakan di SPPG

PIJAR MEDIA, TUBABA — Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, memperkuat pengawasan keamanan pangan asal hewan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pengawasan ini menyasar seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se Tubaba, yang dimulai sejak hari Kamis (15/10/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Disnakeswan Tubaba, Divita Sary, S.Pt., M.Pd., bersama jajaran dan komunitas Bolo Ngaret Tubaba. Langkah ini dilakukan untuk memastikan produk peternakan yang digunakan dalam penyediaan makanan MBG memenuhi aspek keamanan, kebersihan, kesehatan, dan mutu pangan.

Kepala Disnakeswan Tubaba, Divita Sary, mengatakan pengawasan dan pembinaan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan MBG yang aman, sehat, dan berkualitas.

Menurutnya, pemeriksaan difokuskan pada asal-usul dan sumber pemasok produk peternakan, seperti daging, telur, susu, serta produk asal hewan lainnya. Tim juga memantau proses penerimaan, penanganan, penyimpanan, dan pengolahan bahan pangan, termasuk penerapan higiene dan sanitasi.

Selain itu, pengawasan mencakup pemenuhan persyaratan kesehatan masyarakat veteriner, keamanan pangan, serta kelayakan produk asal hewan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang aman, sehat, dan berkualitas, maka Pemerintah Kabupaten Tubaba melalui Disnakeswan melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap penggunaan produk peternakan pada SPPG,” ujar Divita.

Ia menerangkan, pada kegiatan hari pertama ini pihaknya menyasar tujuh SPPG meliputi SPPG Tirta Makmur, SPPG Tirta Kencana 1, SPPG YUAN Tirta Kencana 2, SPPG KYNETA Tirta Kencana 3, SPPG Panaragan Jaya, SPPG Panaragan Jaya 2, dan SPPG Panaragan Jaya 3.

Divita menegaskan, kegiatan tersebut akan dilanjutkan ke seluruh SPPG yang diagendakan hingga akhir Oktober 2026. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat penerapan standar keamanan pangan sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan gizi bagi para penerima manfaat.

BACA JUGA :  Prestasi Generasi Asal Mesuji Mendunia: Siti Novita Sari, Mahasiswa Teknokrat Jadi Inspirasi Dokumenter FIFA-PSSI

Di sisi lain, pengawasan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat keterlibatan peternak lokal dalam rantai pasok program pemerintah. Berdasarkan hasil pemantauan sementara yang disampaikan Divita, sebagian besar produk peternakan yang masuk ke SPPG berasal dari wilayah Tubaba.

“Alhamdulillah, sebagian besar produk peternakan yang masuk ke SPPG sejauh ini berasal dari wilayah Tubaba, sehingga peternak lokal turut mengambil bagian dalam program MBG,” tuturnya.

Keterlibatan peternak setempat tersebut tentunya membuka peluang bagi penguatan ekonomi daerah, terutama melalui penyediaan bahan pangan asal hewan untuk memenuhi kebutuhan SPPG. Namun, kualitas dan keamanan produk tetap menjadi perhatian utama agar bahan pangan yang digunakan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

“Melalui pengawasan dan pembinaan berkelanjutan, Disnakeswan Tubaba akan terus berupaya memastikan keamanan produk peternakan tetap terjaga sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pengelola SPPG, dan pelaku usaha peternakan,” terangnya.

Sementara itu, satu diantara Kepala Kepala SPPG yakni SPPG KYNETA Tirta Kencana 3, Andrisal, S.E., menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai pengawasan Disnakeswan menjadi dukungan positif bagi pengelola SPPG untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperhatikan keamanan bahan pangan yang digunakan.

“Kami menyambut baik pengawasan dan pembinaan dari Disnakeswan Tubaba. Kegiatan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus menjaga kualitas bahan pangan dan meningkatkan pelayanan dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis,” pungkasnya.

(Rian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *