SPPG KYNETA Sambut Pengawasan Disnakeswan, Perkuat Komitmen Sajikan MBG Berkualitas

Foto : Kunjungan Tim Disnakeswan Tubaba di SPPG KYNETA

PIJAR MEDIA, TUBABA — SPPG KYNETA Tirta Kencana 3 di Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, memperkuat komitmen dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang aman, sehat, dan berkualitas.

Komitmen tersebut sejalan dengan kegiatan pengawasan dan pembinaan produk peternakan yang dilakukan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Tubaba, Kamis (15/10/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin langsung Kepala Disnakeswan Tubaba, Divita Sary, S.Pt., M.Pd., bersama jajaran. Kedatangan tim disambut langsung Kepala SPPG KYNETA Tirta Kencana 3, Andrisal, S.E., didampingi ahli gizi Layli Zulfia, A.Md.Gz., dan bagian keuangan Natanael Catur Wijaya, S.Ak., beserta jajaran relawan.

Pengawasan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan produk peternakan yang digunakan dalam penyediaan makanan MBG memenuhi aspek keamanan pangan, kesehatan masyarakat veteriner, higiene, dan sanitasi.

Kepala SPPG KYNETA Tirta Kencana 3, Andrisal, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan pembinaan yang dilakukan Disnakeswan Tubaba. Menurutnya, pengawasan tersebut penting untuk memperkuat kualitas pelayanan sekaligus memastikan penanganan bahan pangan asal hewan dilakukan dengan baik.

“Kami sangat menyambut baik kedatangan dan kunjungan tim Disnakeswan Tubaba. Bagi kami, pengawasan dan pembinaan seperti ini merupakan bagian penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta memastikan bahan pangan yang digunakan dalam penyediaan makanan tetap memperhatikan aspek keamanan, kebersihan, dan mutu,” ujar Andrisal.

Ia menegaskan, SPPG KYNETA Tirta Kencana 3 mendukung pelaksanaan Program MBG melalui upaya menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan, tetapi juga dengan perhatian terhadap mutu bahan baku, kandungan gizi, serta proses penanganan dan pengolahan pangan.

Karena itu, pihaknya memandang koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait sebagai langkah penting untuk memastikan penyelenggaraan layanan gizi berjalan sesuai ketentuan.

BACA JUGA :  Bupati Tubaba Gandeng BPKP Kawal RSUD dan Program Prioritas

“Kami ingin pelaksanaan program ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kualitas makanan harus menjadi perhatian bersama, mulai dari pemilihan bahan baku, proses penerimaan dan penyimpanan, hingga pengolahan. Kami juga terbuka terhadap arahan dan evaluasi dari instansi terkait sebagai bahan perbaikan ke depan,” katanya.

Andrisal berharap sinergi antara pengelola SPPG, pemerintah daerah, dan pihak terkait dapat terus ditingkatkan. Dengan koordinasi yang baik, pelaksanaan MBG diharapkan semakin optimal dalam mendukung pemenuhan gizi para penerima manfaat.

Selain memperhatikan kualitas pangan, ia juga menyambut positif keterlibatan produk peternakan lokal dalam rantai pasok MBG. Menurutnya, penggunaan produk dari peternak setempat berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat daerah, sepanjang produk yang dipasok memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan.

Sementara itu, Kepala Disnakeswan Tubaba, Divita Sary, menjelaskan bahwa pengawasan dan pembinaan dilakukan untuk mendukung pelaksanaan Program MBG yang aman, sehat, dan berkualitas, sekaligus memastikan terpenuhinya aspek kesehatan masyarakat veteriner serta keamanan pangan asal hewan.

“Dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang aman, sehat, dan berkualitas, Pemerintah Kabupaten Tubaba melaksanakan kegiatan pengawasan dan pembinaan terhadap penggunaan produk peternakan, seperti daging, telur, susu, dan produk peternakan lainnya pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi,” jelas Divita.

Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan bersama komunitas Bolo Ngaret Kabupaten Tubaba tersebut berfokus pada asal-usul dan sumber pemasok produk peternakan, kondisi penerimaan, penanganan, penyimpanan dan pengolahan, serta penerapan higiene dan sanitasi.

“Tim juga memantau pemenuhan persyaratan kesehatan masyarakat veteriner, keamanan pangan, kelayakan produk asal hewan, dan aspek teknis lain yang berkaitan dengan mutu bahan pangan yang digunakan dalam penyediaan makanan,” terangnya.

BACA JUGA :  Gubernur Lampung Buka Musrenbang Pringsewu, Dorong Hilirisasi Komoditas Daerah

Divita menerangkan, pengawasan pada Kamis (15/10/2026) tidak hanya menyasar SPPG KYNETA Tirta Kencana 3, tetapi juga enam SPPG lainnya di Kecamatan Tulang Bawang Tengah.

Ketujuh lokasi tersebut meliputi SPPG Tirta Makmur, SPPG Tirta Kencana 1, SPPG YUAN Tirta Kencana 2, SPPG KYNETA Tirta Kencana 3, SPPG Panaragan Jaya, SPPG Panaragan Jaya 2, dan SPPG Panaragan Jaya 3.

“Kegiatan ini kita agendakan ke semua SPPG sampai dengan akhir bulan. Alhamdulillah, sebagian besar produk peternakan yang masuk ke SPPG berasal dari wilayah Tubaba, sehingga peternak turut ambil bagian dalam program MBG tersebut,” ungkapnya.

Keterlibatan peternak lokal dinilai menjadi peluang untuk memperkuat rantai pasok pangan daerah sekaligus memperluas manfaat ekonomi dari pelaksanaan program pemerintah. Namun, kualitas dan keamanan produk tetap menjadi aspek penting yang harus dipenuhi dalam setiap tahapan penyediaan bahan pangan.

“Melalui kegiatan pengawasan dan pembinaan secara berkelanjutan seperti ini, kita berharap seluruh SPPG dapat terus meningkatkan perhatian terhadap keamanan dan mutu produk peternakan,” pungkasnya.

(Rian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *