PIJAR MEDIA, TUBABA— Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Daya Murni 4, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung.
Pada Minggu (23/08/2026), SPPG Daya Murni 4 mendatangi kediaman keluarga salah satu relawan di Tiyuh (Desa) Daya Sakti, Dusun 6, Kecamatan Tumijajar. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan dukungan kepada keluarga relawan yang tengah menjalani masa pengobatan.
Dalam kesempatan itu, SPPG Daya Murni 4 menyerahkan bantuan berupa dukungan finansial kepada Ririn Astuti, relawan SPPG sekaligus kakak kandung dari Sarsiyati (30), yang saat ini menjalani pengobatan akibat masalah pengeroposan tulang pada lengan kanannya.
Bantuan diserahkan kepada Sutamto atau yang dikenal dengan panggilan Mbah Jenggot, bersama Ririn Astuti selaku kakak kandung sekaligus keluarga pasien.
Sarsiyati diketahui memiliki riwayat patah tulang pada lengan kanan dan pernah menjalani operasi cangkok tulang serta pemasangan pen sekitar 15 tahun lalu. Namun, karena sudah cukup lama tidak melakukan kontrol, kondisi tulang pada bagian tersebut kembali mengalami persoalan sehingga membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Saat ini, Sarsiyati menjalani pengobatan di salah satu rumah sakit di Solo, Jawa Tengah. Sebelumnya, pasien sempat mendapatkan penanganan di RS Menggala. Namun, karena operasi awal telah dilakukan sekitar 15 tahun lalu dan membutuhkan penanganan dokter spesialis tertentu, pasien kemudian diarahkan untuk melanjutkan pemeriksaan dan pengobatan di Solo.
Kondisi pengeroposan tulang tersebut terjadi pada bagian lengan kanan dengan panjang area yang mengalami masalah diperkirakan sekitar 25 sentimeter, atau kurang lebih mengikuti ukuran pen yang sebelumnya terpasang.
Kepala SPPG Daya Murni 4, Danu Fransisco Permana, S.T., mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan perhatian SPPG terhadap relawan maupun keluarga yang sedang menghadapi kondisi sulit.
Menurutnya, relawan merupakan bagian penting dalam mendukung operasional SPPG sebagai dapur yang menjadi bagian dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami ingin hadir dan memberikan dukungan kepada keluarga relawan yang sedang menjalani pengobatan. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi kami berharap dapat sedikit meringankan kebutuhan dan menjadi penyemangat bagi keluarga,” kata Danu.
Ia menambahkan, kepedulian terhadap relawan tidak hanya diwujudkan melalui hubungan dalam lingkungan kerja, tetapi juga dengan membangun rasa kebersamaan dan kekeluargaan.
“Kami berharap Ibu Sarsiyati diberikan kelancaran dalam menjalani pengobatan dan segera mendapatkan kondisi kesehatan yang lebih baik. Untuk keluarga, semoga tetap kuat dan terus memberikan dukungan selama proses pengobatan,” ujarnya.
Danu menegaskan, keberadaan SPPG tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan layanan MBG, tetapi juga berupaya membangun lingkungan kerja yang memiliki kepedulian terhadap sesama.
“Kami ingin semangat kebersamaan ini terus terjaga. Relawan adalah bagian dari keluarga besar SPPG, sehingga ketika ada yang membutuhkan dukungan, kami berusaha hadir sesuai kemampuan,” pungkasnya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi wujud kepedulian sosial SPPG Daya Murni 4 di tengah pelaksanaan program MBG. Dukungan kepada keluarga relawan diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan sekaligus memberikan motivasi bagi Sarsiyati untuk menjalani rangkaian pengobatan hingga selesai.
Keluarga pun berharap proses pengobatan di Solo dapat berjalan lancar dan Sarsiyati memperoleh penanganan medis yang sesuai sehingga kondisinya dapat berangsur membaik.
(Rian)













