Disdikbud Tubaba Dorong Kokurikuler Perkuat Karakter Siswa

Foto : Workshop Penyusunan Pengembangan Kegiatan Kokurikuler di Tubaba

PIJAR MEDIA, TUBABA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, mendorong penguatan kegiatan kokurikuler sebagai bagian penting dalam membentuk karakter dan mengembangkan potensi peserta didik.

Hal itu disampaikan Kepala Disdikbud Tubaba, M. Cheri Sopian, S.H., M.H., saat menghadiri Rapat Koordinasi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) sekaligus Workshop Penyusunan dan Pengembangan Kegiatan Kokurikuler pada Kurikulum Merdeka di SMPN 8 Tubaba, Rabu (19/08/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 63 kepala satuan pendidikan jenjang SMP se Kabupaten Tubaba. Cheri hadir didampingi Sekretaris Disdikbud serta sejumlah jajaran.

Dalam arahannya, Cheri memberikan motivasi sekaligus penguatan terhadap program prioritas Pemerintah Kabupaten Tubaba di bidang pendidikan, khususnya pendidikan karakter melalui lima pilar.

Menurutnya, penguatan karakter harus berjalan beriringan dengan pencapaian akademik melalui kegiatan intrakurikuler maupun pengembangan minat dan bakat peserta didik lewat kegiatan ekstrakurikuler dan kokurikuler.

“Peserta didik tidak hanya membutuhkan pembelajaran akademik. Mereka juga perlu mendapatkan pengalaman belajar yang mampu membentuk karakter, kreativitas, kepemimpinan, kemampuan bekerja sama dan kemandirian,” kata Cheri.

Ia menekankan, kegiatan kokurikuler harus dirancang secara terarah dan memiliki keterkaitan dengan tujuan pembelajaran serta kebutuhan peserta didik.

Cheri mengingatkan agar kokurikuler tidak sekadar menjadi kegiatan tambahan ataupun formalitas administrasi sekolah.

“Jangan sampai kegiatan kokurikuler hanya menjadi kegiatan tambahan atau sekadar memenuhi administrasi. Kita ingin setiap kegiatan memberikan pengalaman yang bermakna dan berdampak nyata terhadap perkembangan peserta didik,” ujarnya.

Ia berharap workshop tersebut dapat menyamakan pemahaman kepala sekolah dan pendidik mengenai perencanaan, pelaksanaan, pendampingan hingga evaluasi kegiatan kokurikuler.

Hasil workshop, lanjutnya, diharapkan dapat diterapkan dan dikembangkan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai karakteristik, potensi dan kebutuhan peserta didik.

BACA JUGA :  Bidik Hilirisasi Berbagai Komoditas, Gubernur Minta Unila Bergerak

Selain workshop, rapat koordinasi MKKS dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat komunikasi dan sinergi antarsatuan pendidikan. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang untuk berbagi praktik baik, membahas persoalan pendidikan serta merumuskan solusi bersama. Cheri juga mengajak MKKS membangun budaya kolaborasi antarsekolah.

“Sekolah yang menghadapi tantangan tidak harus menyelesaikannya sendiri. Dengan komunikasi dan kerja sama yang kuat, berbagai inovasi dan solusi dapat kita kembangkan bersama,” tuturnya.

Ia menegaskan, rapat koordinasi dan workshop bukan sekadar forum pertemuan, tetapi harus menjadi momentum menyatukan komitmen untuk menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, relevan dan berpihak pada kebutuhan peserta didik.

“Saya berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, dan menghasilkan rencana tindak lanjut yang konkret,” pungkasnya.

(Rian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *