Sekolah Rakyat Tubaba Siap Dibangun Akhir 2026, Kapasitas Capai 2.520 Siswa

Foto : Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos), Daniel Azly

PIJAR MEDIA, TUBABA – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, terus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat. Pembangunan sekolah berasrama tersebut ditargetkan mulai dilaksanakan pada November atau Desember 2026.

Kepala Dinas Sosial Tubaba, melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos), Daniel Azly, mengatakan bahwa berdasar Surat Menteri Sosial RI Nomor S-866/MS/PR.01.04/7/2026 tentang Usulan Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap IIIa dan Pengembangan/Peningkatan Kapasitas Sekolah Rakyat, Kabupaten Tubaba masuk dalam rencana pembangunan Sekolah Rakyat Tahap III batch a yang diinisiasi Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial RI.

Secara nasional, pembangunan Sekolah Rakyat Tahap III ditargetkan mencakup sedikitnya 200 lokasi, dengan 110 lokasi telah masuk dalam daftar usulan tahap awal tahun 2026. Pembangunan Tahap III tersebut dibagi menjadi dua batch, yaitu batch a dan batch b.

“Alhamdulillah, untuk Kabupaten Tubaba kita mendapat informasi akan masuk Tahap III batch a bersama beberapa Kabupaten lainnya di Lampung, diantaranya Lampung Utara, Lampung Selatan, dan Lampung Tengah. Saat ini persiapan masih dilakukan, terutama pemenuhan readiness criteria atau kriteria kesiapan pembangunan,” kata Daniel, saat dikonfirmasi media di ruang kerjanya, Senin (10/08/2026).

Ia menerangkan, lokasi yang dipersiapkan berada di Tiyuh (Desa) Kantong Panaragan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT), tepatnya di samping gedung Perpustakaan Daerah. Lahan tersebut memiliki luas sekitar 9,4 hektare dan tercatat dalam Sertipikat Hak Pakai Nomor 08.13.05.01.4.00018.

Saat ini, proses persiapan lahan pun telaj memasuki tahapan teknis berupa penentuan batas wilayah dan titik koordinat. Pemerintah daerah juga masih menyelesaikan proses kesesuaian tata ruang untuk memastikan lokasi memenuhi ketentuan pembangunan fasilitas pendidikan.

Selain itu, dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) menjadi sejumlah persyaratan yang masih ditunggu penyelesaiannya.

BACA JUGA :  Tingkatkan Respon Cepat Darurat, Pemkab Mesuji Resmi Luncurkan Call Center Layanan Nomor Tunggal 112

Pemkab Tubaba menargetkan seluruh readiness criteria dapat diselesaikan paling lambat pada minggu pertama Oktober 2026. Dengan demikian, pembangunan fisik diharapkan dapat dimulai sesuai target pada November atau Desember 2026.

“Dalam rencana Kementerian Sosial, Sekolah Rakyat Tubaba diproyeksikan memiliki kapasitas sekitar 2.520 peserta didik. Sekolah tersebut terdiri dari 72 rombongan belajar, masing-masing 24 rombel untuk jenjang SD, SMP, dan SMA,” terang Daniel.

Menurutnya, konsep pendidikan yang diterapkan menggunakan sistem boarding school. Peserta didik akan tinggal di asrama dan mengikuti kegiatan pendidikan serta pembinaan dalam lingkungan sekolah.

Penerimaan peserta didik nantinya tidak menggunakan mekanisme PPDB seperti sekolah pada umumnya. Calon peserta didik akan dijangkau secara langsung dengan mengacu pada data Kementerian Sosial.

“Prioritas utama diberikan kepada masyarakat dalam kelompok desil 1 dan 2 berdasarkan data kesejahteraan sosial. Selanjutnya, kelompok desil 3 dan 4 juga dapat menjadi sasaran sesuai ketentuan yang berlaku. Anak-anak yang berasal dari Tubaba akan menjadi prioritas utama penerimaan. Jika masih terdapat kuota, peserta didik dari kabupaten atau kota lain dapat mengisi sesuai ketentuan yang ditetapkan,” jelasnya.

Lanjut dia, selain mendapatkan pendidikan, peserta didik akan memperoleh beasiswa penuh. Fasilitas yang diberikan mencakup asrama, makan dan minum, pakaian, perlengkapan sekolah, serta kebutuhan lain selama mengikuti pendidikan.

“Pengelolaan Sekolah Rakyat dilakukan langsung Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial RI, termasuk perekrutan guru, wali asuh, tenaga pendukung, dan petugas keamanan. Sementara itu, Pemkab berperan mendukung kesiapan lokasi, koordinasi, pemenuhan persyaratan yang menjadi kewenangan daerah, serta sosialisasi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Daniel menyampaikan, pemerintah daerah berkomitmen mendukung percepatan pembangunan Sekolah Rakyat agar program tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Tubaba.

BACA JUGA :  Pemprov Lampung Kejar Peningkatan Peringkat Nasional LPPD 2025

“Pemkab Tubaba akan mendukung seluruh tahapan persiapannya. Sosialisasi juga akan ditingkatkan setelah pembangunan resmi dimulai agar masyarakat memahami tujuan, manfaat, dan mekanisme penerimaan peserta didik. Dengan kapasitas sekitar 2.520 siswa dan sistem pendidikan berasrama, Sekolah Rakyat Tubaba diharapkan dapat memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus memberikan jaminan kebutuhan pendidikan selama mengikuti program,” pungkasnya.

(Rian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *