PIJAR MEDIA, TUBABA– Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, kembali mencuri perhatian dunia. Kali ini, desainer produk ternama asal Jepang, Naoto Fukasawa, datang langsung untuk mengeksplorasi desain, arsitektur, budaya, dan jejaring kreatif yang berkembang di daerah tersebut.
Kunjungan yang berlangsung pada Selasa (04/08/2026) itu menjadi momentum pertemuan antara pemikiran desain kelas dunia dengan potensi lokal Tubaba. Dalam agenda tersebut, Fukasawa bersama sejumlah insan kreatif dan profesional mengunjungi berbagai ruang kreatif dan ikon daerah, seperti Rumah Baduy, Sekolah Seni Tubaba, Studio Keramik Tanoh Nughik, Islamic Center Tubaba, hingga Taman Seribu Batu Las Sengok.
Dalam dialognya, Fukasawa menyoroti pentingnya memikirkan masa depan secara bijaksana. Menurutnya, kemajuan tidak semestinya hanya diukur dari lahirnya hal-hal baru, tetapi juga dari sejauh mana manusia mampu menjaga keseimbangan dengan alam.
“Semua orang bicara tentang masa depan. Tapi kita perlu berhati-hati, masa depan seperti apa yang sebenarnya ingin kita buat,” ujar Fukasawa.
Desainer yang dikenal melalui berbagai karya ikonik di dunia itu mengaku mendapat kesan mendalam selama berada di Tubaba. Meski pertama kali tiba pada malam hari, ia merasakan atmosfer kehidupan yang kuat dari kawasan tersebut. Setelah menyaksikan langsung berbagai sudut Tubaba, ia menyebut daerah itu sebagai tempat yang sangat ideal.
“Bagi saya, ini seperti surga,” ungkapnya.
Fukasawa juga menegaskan bahwa dirinya kini semakin selektif dalam menciptakan karya. Ia berpandangan, desain tidak semata-mata menghadirkan objek baru, melainkan harus memberikan makna, bermanfaat bagi kehidupan, serta tidak merusak lingkungan.
Menurutnya, manusia dan alam merupakan dua unsur yang tidak dapat dipisahkan. Karena itu, pembangunan masa depan harus tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan.
“Kita tidak boleh berhenti menciptakan masa depan. Tapi masa depan itu harus lebih baik, dan kita tidak boleh meninggalkan alam,” pesannya.
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda eksplorasi desain dan arsitektur, melainkan juga menjadi ruang dialog antara perspektif global dengan nilai-nilai lokal yang selama ini tumbuh di Tubaba. Di tengah derasnya arus modernisasi, Tubaba dinilai menghadirkan pendekatan berbeda, yakni membangun masa depan tanpa melepaskan hubungan harmonis antara manusia, budaya, dan alam.
Melalui kunjungan tokoh desain dunia seperti Naoto Fukasawa, Tubaba kembali menunjukkan potensinya sebagai ruang kreatif yang mampu menarik perhatian internasional sekaligus memperkuat identitas daerah berbasis budaya, arsitektur, dan kelestarian lingkungan.
(Rian)













