PIJAR MEDIA, TUBABA- Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Novriwan Jaya, bersama Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Lampung Agus Setyawan meninjau langsung progres pembangunan dan renovasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tubaba.
Kegiatan itu dilaksanakan pada Senin (27/07/2026). Hasil monitoring menunjukkan realisasi fisik proyek telah melampaui target yang ditetapkan.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan proyek strategis sektor kesehatan tersebut berjalan sesuai perencanaan, baik dari sisi kualitas konstruksi, ketepatan waktu penyelesaian, maupun akuntabilitas pelaksanaan. Kegiatan itu juga menjadi bagian dari monitoring bersama BPKP Provinsi Lampung terhadap pembangunan RSUD yang didanai Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Berdasarkan pemaparan manajemen proyek, pembangunan RSUD Tubaba memiliki nilai kontrak sebesar Rp128,34 miliar yang bersumber dari DIPA Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Tahun Anggaran 2026. Proyek dikerjakan dengan skema Design and Build selama 296 hari kalender, mulai 11 Maret hingga 31 Desember 2026, kemudian dilanjutkan masa pemeliharaan selama satu tahun pada 2027.
Hingga pelaksanaan minggu ke-20, progres pembangunan mencatat realisasi fisik sebesar 23,93 persen atau melampaui target rencana 16,21 persen. Dengan demikian, proyek mengalami deviasi positif sebesar 7,709 persen. Saat ini pekerjaan struktur telah mencapai lantai atap, pengecoran atap selesai di dua zona, pekerjaan lantai rampung hingga lantai delapan, sementara pekerjaan arsitektur telah memasuki tahap pemasangan dinding di lantai satu.
Bupati Novriwan Jaya mengapresiasi sinergi antara Kementerian Kesehatan, BPKP Provinsi Lampung, konsultan pengawas, penyedia jasa konstruksi, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan RSUD Tubaba. Menurutnya, pembangunan rumah sakit tersebut merupakan salah satu program prioritas daerah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat berkomitmen mengawal pembangunan RSUD ini agar dapat selesai sesuai target dengan kualitas terbaik. Kehadiran rumah sakit yang representatif akan memberikan pelayanan kesehatan yang lebih modern, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat Tubaba,” ujar Novriwan Jaya.
Ia menegaskan seluruh tahapan pembangunan harus mengedepankan mutu pekerjaan, penyelesaian tepat waktu, akuntabilitas pengelolaan anggaran, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Novriwan juga berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPKP, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar proyek dapat selesai sesuai jadwal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pembangunan RSUD Tubaba ini kan mencakup pengembangan desain, pembangunan struktur gedung, pekerjaan arsitektur, mekanikal, elektrikal dan plumbing (MEP), penataan kawasan, pembangunan pagar rumah sakit, pengurusan perizinan, hingga masa pemeliharaan. Pemerintah Kabupaten Tubaba menargetkan rumah sakit ini mampu menghadirkan layanan kesehatan yang lebih cepat, lengkap, aman, dan berkualitas bagi masyarakat,” pungkasnya.
(Rian)













