Mirza Perketat Seleksi Kelas Migran, Siapkan Lulusan SMK ke Jepang

Foto : Rapat Persiapan Program Kelas Migran Vokasi Tahun Ajaran 2026/2027

PIJAR MEDIA, BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, memperketat proses seleksi peserta Program Kelas Migran Vokasi Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai langkah menyiapkan lulusan SMA/SMK yang mampu bersaing di pasar kerja internasional, khususnya Jepang.

Kebijakan itu ditegaskan dalam rapat persiapan yang dipimpin Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Selasa (21/07/2026).

Dalam rapat yang dihadiri Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Thomas Amirico, serta jajaran Disdikbud, Pemprov mematangkan pelaksanaan Program Kelas Migran Vokasi yang berfokus pada pembelajaran bahasa Jepang dan Korea serta pembekalan keterampilan kerja. Program ini ditujukan untuk membuka akses kerja legal di luar negeri sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Lampung.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan program tersebut merupakan bagian dari strategi pembangunan daerah untuk meningkatkan kualitas SDM, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta menekan angka pengangguran terbuka. Ia meminta sekolah dan tenaga pendidik menyeleksi siswa yang benar-benar memiliki motivasi kuat bekerja di luar negeri serta meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa asing.

“Tugas pemerintah adalah hadir menyediakan kesempatan. Dengan komitmen dan kerja keras bersama, Lampung dapat menjadi pelopor nasional dalam melahirkan SDM migran berkualitas tinggi, mandiri, dan siap membangun daerah di masa depan,” ujar Mirza.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Lampung Thomas Amirico menjelaskan, seleksi tahun ini dibuat lebih ketat mengikuti standar rekrutmen tenaga kerja di Jepang. Peserta harus memenuhi persyaratan kesehatan, kondisi fisik, tinggi badan, hingga kesiapan mental. Sejumlah sektor pekerjaan di Jepang juga mensyaratkan pelamar tidak buta warna, tidak memiliki riwayat patah tulang, serta memenuhi kriteria fisik tertentu.

BACA JUGA :  Pemkab Tubaba Gandeng Polda Lampung Asesmen Pejabat, Merit System Diperkuat

Selain itu, pembelajaran bahasa Jepang kini ditingkatkan secara signifikan. Jika sebelumnya hanya berlangsung sebagai kegiatan ekstrakurikuler dua kali sepekan, peserta kini akan belajar bahasa Jepang setiap hari selama empat hingga lima bulan sebelum diberangkatkan.

“Yang benar-benar ingin bekerja ke Jepang harus fokus belajar bahasa Jepang setiap hari. Jadi persiapannya jauh lebih matang dibanding sebelumnya,” kata Thomas.

Thomas menambahkan, saat ini sosialisasi angkatan kedua tengah berjalan, sementara hasil assessment angkatan pertama telah selesai.

“Sebanyak 193 lulusan SMK dinyatakan lolos screening awal dan akan mengikuti seleksi tahap kedua sebelum menjalani pelatihan pemantapan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) selama dua bulan. Pemprov Lampung menargetkan para peserta tersebut dapat diberangkatkan ke Jepang dalam dua hingga tiga bulan mendatang apabila seluruh tahapan berhasil dilalui,” pungkasnya.

(Rian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *