PIJAR MEDIA, LAMPUNG SELATAN — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memperkuat sektor pertanian melalui Program Desaku Maju. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyaluran bantuan Pupuk Hayati Cair (PHC) yang dibarengi dengan kegiatan bimbingan teknis bagi para petani penerima manfaat.
Sebanyak 160 petani dari Kabupaten Pringsewu, Tanggamus, dan Pesawaran mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pupuk Hayati Cair yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung di Aula UPTD Bapelkes Hajimena, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (25/06/2026).
Kepala Dinas KPTPH Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, mengatakan program PHC merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung peningkatan kesejahteraan petani. Program tersebut menjadi salah satu implementasi Program Desaku Maju yang digagas Pemerintah Provinsi Lampung.
Menurut Elvira, bantuan PHC hadir sebagai solusi atas sejumlah persoalan yang selama ini dihadapi petani, seperti tingginya biaya produksi pertanian dan menurunnya kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk kimia secara berkelanjutan.
“Pak Gubernur sangat memahami kondisi petani karena beliau juga berasal dari organisasi petani. Karena itu pemerintah hadir melalui Program Desaku Maju dengan memberikan bantuan Pupuk Hayati Cair yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh petani,” ujar Elvira.
Ia menjelaskan, pada 2025 Pemprov Lampung telah menyalurkan bantuan unit produksi PHC kepada 500 desa. Sementara pada 2026, bantuan diperluas ke 800 desa. Secara bertahap, sekitar 2.000 desa di Lampung ditargetkan menerima manfaat program tersebut.
Elvira menuturkan, penggunaan PHC telah menunjukkan hasil positif di sejumlah daerah. Saat mendampingi Gubernur Lampung dalam kunjungan ke Desa Pangkalan Mas, Kabupaten Mesuji, petani setempat mengaku mengalami peningkatan hasil panen setelah memanfaatkan pupuk hayati tersebut.
“Berdasarkan pengakuan petani, produktivitas panen meningkat antara 15 hingga 30 persen. Selain meningkatkan hasil panen, PHC juga membantu menjaga kelembaban tanah sehingga tanaman lebih tahan menghadapi perubahan iklim dan musim kemarau,” katanya.
Selain dapat digunakan pada tanaman padi, PHC juga dapat diaplikasikan pada berbagai jenis komoditas pertanian lainnya. Kehadiran pupuk hayati ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sekaligus menjaga kesuburan lahan secara berkelanjutan.
Elvira menambahkan, Lampung saat ini menjadi salah satu lumbung pangan nasional dengan menempati peringkat keenam sebagai daerah penghasil padi terbesar di Indonesia. Produksi beras Lampung juga telah mengalami surplus dan berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan di sejumlah provinsi.
“Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan, serta mewujudkan desa-desa yang lebih maju melalui sektor pertanian,” pungkasnya. (Rian)













