PIJAR MEDIA, TUBABA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru PAUD dalam Pembelajaran Literasi dan Numerasi Melalui Pendekatan Pembelajaran Mendalam yang berlangsung di Aula Lantai III Kantor Pemda Tubaba.
Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, terhitung tanggal 11–12 Mei 2026, yang diikuti sebanyak 250 perwakilan guru PAUD se Kabupaten Tubaba dan menghadirkan narasumber Nasib Wasito, S.E., M.Pd., serta Bekti Prastiyani selaku Fasilitator Nasional Sekolah Ramah Anak (Fasnas SRA).
Kepala Disdikbud Tubaba, M. Cheri Sopian, S.H., M.H., melalui Kepala Bidang PAUD Lisa Diyana, S.H., M.H., mengatakan workshop tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bagi anak usia dini, khususnya pada aspek literasi dan numerasi dasar.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam memahami dan menerapkan pembelajaran literasi serta numerasi dasar yang sesuai dengan tahap perkembangan anak,” kata Lisa Diyana, saat dikonfirmasi media di sela-sela kegiatan, Senin (11/05/2026).
Menurutnya, pendidikan anak usia dini atau PAUD membutuhkan metode pembelajaran yang tepat agar anak dapat belajar dengan suasana yang menyenangkan sekaligus bermakna.
Karena itu, melalui workshop tersebut para guru diberikan pemahaman mengenai strategi pembelajaran mendalam, teknik penguatan karakter anak, hingga pola pengasuhan positif yang selaras antara lingkungan sekolah dan keluarga.
“Tidak hanya soal pembelajaran di kelas, kami juga ingin memperkuat sinergi antara guru dan orang tua agar pengasuhan anak dapat berjalan selaras dan berkesinambungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterlibatan orang tua menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Dengan adanya kesamaan pemahaman antara sekolah dan keluarga, diharapkan proses pendidikan anak usia dini dapat berjalan lebih optimal.
Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun strategi pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan sesuai kebutuhan perkembangan anak.
“Harapannya para guru PAUD di Tubaba semakin profesional, inovatif, dan mampu menciptakan proses belajar yang menyenangkan sehingga anak-anak lebih mudah memahami pembelajaran sejak usia dini,” pungkasnya.
Workshop tersebut mendapat antusias tinggi dari para peserta. Banyak guru menilai kegiatan itu memberikan wawasan baru dan menjadi ruang berbagi pengalaman dalam menghadapi tantangan pendidikan anak usia dini di era saat ini.
Melalui kegiatan itu, Pemerintah Kabupaten Tubaba berharap kualitas pendidikan PAUD di daerah setempat terus meningkat dan mampu mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, serta siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. (Rian)













