PIJAR MEDIA, BANDAR LAMPUNG — Proses seleksi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Provinsi Lampung, memasuki tahap akhir.
Sebanyak 45 peserta dari seluruh kabupaten/kota mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang digelar di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Lampung, Minggu (03/05/2026).
UKK menjadi tahapan krusial dalam rangkaian pembentukan kepengurusan DPC PKB masa bakti 2026–2031. Kegiatan ini merupakan bagian dari mekanisme resmi partai sebelum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB menetapkan ketua DPC definitif di masing-masing daerah.
Ketua DPW PKB Lampung, Chusnunia Chalim, menjelaskan bahwa pelaksanaan UKK mengacu pada ketentuan organisasi yang berlaku. Menurutnya, proses ini dirancang untuk memastikan setiap calon memiliki kapasitas kepemimpinan yang memadai.
“Pelaksanaan UKK ini merupakan amanat organisasi sebagaimana diatur dalam pedoman pembentukan kepengurusan DPW dan DPC PKB masa bakti 2026–2031. DPP PKB menyelenggarakan uji kelayakan dan kepatutan bagi calon ketua DPC,” ujar Chusnunia.
Ia menambahkan, pada tahap UKK kali ini, penilaian difokuskan pada pendalaman proposal kontrak komitmen dan kontrak kinerja yang telah disusun oleh masing-masing kandidat.
“UKK ini merupakan pendalaman atas proposal yang disampaikan calon. Ini menjadi dasar bagi DPP dalam menilai kapasitas, visi, serta kesiapan calon dalam memimpin DPC ke depan,” katanya.
Salah satu daerah yang turut menjadi perhatian adalah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), di mana terdapat tiga kandidat yang bersaing memperebutkan posisi Ketua DPC PKB. Ketiganya telah mengikuti seluruh tahapan seleksi, termasuk UKK yang menjadi penentu akhir sebelum keputusan ditetapkan oleh DPP.
Salah satu kandidat dari Tubaba, Muhammad Taufik Hidayat, S.Pd., menyampaikan bahwa proses UKK menjadi momentum penting dalam memastikan lahirnya kepemimpinan partai yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“UKK ini bukan sekadar tahapan administratif, tetapi menjadi ruang untuk menguji gagasan, komitmen, dan kesiapan dalam memimpin. Siapapun yang nantinya dipercaya, harus mampu membawa partai lebih solid dan hadir di tengah masyarakat,” terangnya.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat struktur partai hingga ke tingkat akar rumput serta meningkatkan pelayanan politik kepada masyarakat apabila diberikan amanah.
Dengan selesainya pelaksanaan UKK, proses penentuan Ketua DPC PKB kini sepenuhnya berada di tangan DPP. Keputusan yang akan diambil diharapkan mampu menghadirkan kepemimpinan yang kuat secara organisasi serta responsif terhadap dinamika dan kebutuhan masyarakat di daerah.
Publik pun kini menantikan hasil akhir seleksi tersebut, yang dinilai akan menjadi penentu arah dan strategi PKB di tingkat kabupaten/kota dalam lima tahun ke depan.
(Rian)













