PIJAR MEDIA — Program Tubaba Q Berdaya mencatatkan realisasi penyaluran pembiayaan mencapai Rp3 miliar hingga akhir 2025. Program unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba) ini menjadi instrumen utama dalam memperluas akses permodalan murah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tubaba, Achmad Nazaruddin, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah daerah dengan Bank Lampung melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro.
“Sejak dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati, Program Tubaba Q Berdaya telah terealisasi sekitar Rp3 miliar hingga akhir 2025 dan menyasar berbagai pelaku UMKM,” ujar Achmad Nazaruddin saat dikonfirmasi media diruang kerjanya, Kamis (19/02/2026).
Program Tubaba Q Berdaya memberikan kemudahan akses permodalan dengan nilai pinjaman mulai Rp5 juta hingga Rp10 juta, bunga hanya 3 persen, serta tanpa jaminan atau agunan. Skema ini dirancang untuk menjangkau pelaku UMKM super mikro yang selama ini terbatas dalam mengakses pembiayaan perbankan.
“Selain mudah diakses, kredit UMKM Super Mikro dalam program ini juga dapat diajukan secara berulang. Bahkan, pelaku usaha didorong untuk meningkatkan nilai pinjaman seiring perkembangan usahanya. Untuk pinjaman di atas Rp10 juta, pembiayaan akan mengikuti ketentuan dan suku bunga perbankan yang berlaku,” terang Nazaruddin.
Untuk memperkuat pelaksanaan program ke depan, Diskoperindag Tubaba dalam waktu dekat akan melakukan pemutakhiran data UMKM melalui rapat koordinasi bersama seluruh Camat dan instansi terkait. Langkah tersebut akan dilanjutkan dengan roadshow sosialisasi Program Tubaba Q Berdaya hingga ke tingkat kecamatan.
“Roadshow ini sekaligus memberikan sosialisasi kemudahan pelayanan perizinan usaha dan akses BPJS Ketenagakerjaan bagi pelaku UMKM. Sehingga diharapkan melalui program Tubaba Q Berdaya, UMKM lokal dapat terus tumbuh, naik kelas, dan menjadi penggerak utama perekonomian daerah dengan dukungan permodalan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Red)












