PIJAR MEDIA, TUBABA – Program pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Hingga pertengahan Mei 2026, dari 103 Tiyuh (Desa) dan Kelurahan, sebanyak 77 lokasi KDKMP tercatat telah memasuki tahap pembangunan fisik. Dari jumlah tersebut, 11 gerai koperasi dilaporkan telah rampung 100 persen dan tinggal menunggu distribusi perlengkapan operasional sebelum mulai difungsikan untuk pelayanan masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tubaba, Achmad Nazaruddin, didampingi Fungsional Pengawas Koperasi, Amin Nuroni, mengatakan pembangunan KDKMP merupakan bagian dari program strategis nasional untuk memperkuat ekonomi desa melalui koperasi modern.
“Pembangunan secara umum berjalan sesuai target. Untuk lokasi yang sudah selesai fisik saat ini tinggal menunggu kelengkapan sarana pendukung,” kata Amin saat dikonfirmasi, Rabu (13/05/2026).
Adapun sebanyak 11 lokasi yang telah selesai dibangun berada di Tiyuh Pulung Kencana, Marga Kencana, Mekar Asri, Kagungan Ratu, Margodadi, Candra Kencana, Margo Mulyo, Gunung Menanti, Karta Raharja, Sumber Rejo, dan Way Sido.
Menurut Amin, seluruh gerai yang telah rampung kini menunggu pengadaan perlengkapan seperti rak etalase, meja, kursi, dan perlengkapan operasional lainnya yang akan disediakan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.
“Selain pembangunan yang telah selesai, terdapat tujuh lokasi lain yang sudah memiliki lahan dan siap memasuki tahap pembangunan berikutnya. Lokasi tersebut tersebar di Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Tulang Bawang Udik, Gunung Terang, hingga Batu Putih,” terangnya.
Di sisi lain, Amin mengungkapkan masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan. Sedikitnya lima lokasi KDKMP hingga kini belum memiliki lahan untuk pembangunan.
Selain itu, tujuh lokasi lainnya dinilai belum memenuhi standar luas minimal 800 meter persegi, sementara tujuh lokasi lain dianggap kurang strategis karena tidak berada di jalur utama distribusi masyarakat atau sulit dilalui kendaraan roda empat.
“Solusi yang sedang diupayakan di antaranya pengadaan lahan melalui Dana Tiyuh, penukaran lokasi, hingga opsi sewa lahan atau bangunan sambil menunggu regulasi terbaru dari pusat,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk pengadaan lahan tersebut dapat dilakukan mengacu pada Surat Kementerian Dalam Negeri Nomor 100.3.1.3/3507/SJ tanggal 8 April 2026 tentang Sinergi Pendanaan Bersama Dukungan Anggaran Percepatan Pembangunan Fisik Gerai Pergudangan dan Kelengkapan KDKMP.
Untuk mempercepat penyelesaian program tersebut, Pemerintah Kabupaten Tubaba juga akan membentuk Tim Verifikasi dan Validasi (Verval) yang melibatkan Sekretaris Daerah, Dinas Koperindag, DPMT, Dinas PUPR, Camat, hingga Babinsa.
Tim tersebut nantinya bertugas melakukan pengecekan kondisi fisik bangunan, validasi kelengkapan sarana, serta memastikan kesiapan operasional KDKMP sebelum diserahterimakan.
“Rencananya Mei 2026 ini akan ada launching KDKMP secara nasional dengan jumlah 1.000 KDKMP yang sudah siap beroperasi. Kita berharap keberadaan KDKMP di seluruh Tiyuh dan Kelurahan mampu memperkuat kelembagaan koperasi desa serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kedepannya,” pungkasnya. (Rian)













