PIJAR MEDIA, TUBABA — Pengelola Pasar Pulung Kencana, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, komitmen melakukan pembenahan demi meningkatkan kenyamanan pedagang dan pengunjung.
Berbagai langkah mulai dilakukan terutama dalam hal peningkatan kebersihan, perbaikan fasilitas, hingga penurunan biaya sewa toko.
Kepala Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Pasar Pulung Kencana, Helmi Ali, mengatakan kondisi pasar saat ini dihuni sekitar 280 pedagang, yang sebagian besar masih berjualan menggunakan lapak hamparan.
“Pasar Pulung Kencana ini merupakan BLUD, jadi kami terus berupaya mencari solusi agar pedagang tetap bisa bertahan di tengah kondisi ekonomi saat ini,” kata Helmi saat dikonfirmasi media di Pasar Pulung Kencana, Kamis (07/05/2026).
Menurutnya, pengelola bahkan telah menurunkan tarif sewa toko hingga 40 persen sampai 60 persen guna meringankan beban pedagang. Saat ini, biaya sewa toko hanya berkisar Rp240 ribu hingga Rp420 ribu per bulan.
Sementara untuk iuran harian pedagang, kata dia, hanya dikenakan Rp2 ribu untuk kebersihan dan salar atau biaya pelayanan pasar.
Helmi mengakui aktivitas perdagangan di Pasar Pulung Kencana memang mengalami tantangan akibat perubahan pola belanja masyarakat yang kini banyak beralih ke perdagangan online.
“Sepinya pasar ini salah satunya karena kalah bersaing dengan perdagangan online. Tapi kami tetap berupaya meningkatkan daya tarik pasar agar masyarakat kembali ramai berbelanja,” ujarnya.
Dalam upaya pembenahan, pengelola juga fokus memperbaiki persoalan kebersihan, terutama di area toilet yang selama ini dikeluhkan pengunjung. Ia menjelaskan, genangan air di kamar mandi terjadi akibat posisi saluran pembuangan yang lebih tinggi dari lantai.
“Sekarang sedang kami benahi dengan membuat saluran pembuangan baru supaya air tidak lagi menggenang,” jelasnya.
Tak hanya itu, pihak pengelola juga akan meningkatkan pengawasan kebersihan toilet dengan menyiapkan petugas malam hari. Nantinya, pengunjung yang menggunakan toilet akan dikenakan biaya kebersihan untuk mendukung operasional penjagaan dan perawatan fasilitas malam hari.
“Kami ingin toilet tetap bersih sampai malam, karena petugas kebersihan yang digaji hanya bekerja pagi sampai sore,” terangnya.
Pembenahan juga dilakukan terhadap sejumlah toko yang terlihat kotor maupun tidak aktif ditempati pedagang. Helmi menyebut keterbatasan jumlah petugas keamanan menjadi salah satu tantangan dalam menjaga ketertiban pasar, terutama saat malam hari.
Saat ini, total karyawan BLUD Pasar Pulung Kencana berjumlah 28 orang, terdiri dari 11 petugas keamanan, 8 petugas kebersihan, 3 teknisi, dan 6 pegawai manajemen. Gaji pegawai berkisar Rp1,5 juta hingga Rp1,7 juta per bulan.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, pengelola memastikan komitmennya untuk terus membenahi pasar agar semakin nyaman dan diminati masyarakat.
Menurut Helmi, pembenahan pasar tidak bisa dilakukan sendiri oleh pengelola, melainkan membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk pedagang dan pengunjung.
“Kami juga berharap masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan dan fasilitas pasar. Kalau masih ditemukan area yang kotor atau perlu diperbaiki, silakan lapor ke petugas, pasti akan kami tindak lanjuti,” tutup Helmi.
(Rian)













