Safari Ramadhan Pemprov Lampung Jadi Momentum Serap Aspirasi dan Salurkan Berbagai Bantuan

Foto : Safari Ramadhan Pemprov Lampung di Lampung Tengah

PIJAR MEDIA — Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, dimanfaatkan sebagai ajang mendengar langsung aspirasi warga sekaligus menyalurkan berbagai bantuan sosial dan keagamaan.

Kali ini, kegiatan digelar di Masjid At-Taqwa, Kampung Onoharjo, Terbanggi Besar, Senin (23/02/2026), dipimpin Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Pelaksana Tugas Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri.

Dalam Safari Ramadhan tersebut, Pemprov Lampung menyerahkan bantuan dana hibah untuk masjid, santunan kepada anak yatim piatu, serta Al-Qur’an bagi masyarakat. Bantuan ini menjadi bagian dari program penguatan sosial dan keagamaan yang digulirkan selama Ramadhan.

Menurut Rahmat Mirzani Djausal, Safari Ramadhan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, pemerintah ingin memastikan kebijakan dan program pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Safari Ramadan menjadi ruang silaturahmi sekaligus mendengar langsung apa yang dibutuhkan masyarakat,” kata Gubernur.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga menegaskan peran strategis Lampung Tengah sebagai lumbung pangan utama Provinsi Lampung. Daerah ini menjadi sentra produksi padi, jagung, singkong, peternakan, hingga komoditas hortikultura yang menopang ekonomi daerah. Ia juga menyinggung kebijakan penyesuaian harga komoditas pertanian yang dinilai berdampak positif terhadap pendapatan petani dan daya beli masyarakat pedesaan.

Perhatian besar juga diarahkan pada pembangunan infrastruktur. Pada acara itu, Gubernur mengungkapkan bahwa Pemprov mengalokasikan anggaran sekitar Rp300 miliar untuk perbaikan jalan provinsi di Lampung Tengah tahun 2026 ini, meningkat tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya berkisar Rp50 miliar – Rp60 miliar. Sejumlah ruas strategis seperti Bandar Jaya–Mandala, Punggur, Seputih Surabaya–Sadewa, Metro–Kota Gajah, hingga Padang Ratu–Kalirejo–Bangunrejo menjadi prioritas.

“Pemerintah menargetkan 95–98 persen jalan provinsi di Lampung Tengah berada dalam kondisi mantap. Infrastruktur yang baik dinilai akan memperlancar distribusi hasil pertanian, menekan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” terangnya.

BACA JUGA :  Dari Cek Kesehatan hingga Sampah Plastik, Nadirsyah Dorong Perubahan Pola Hidup Warga

Di sektor pembangunan desa, Pemprov Lampung menargetkan peningkatan jumlah Desa Mandiri dari 561 menjadi 591 desa pada 2026. Program ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi, tata kelola pemerintahan desa, serta pelayanan dasar masyarakat.

Penanganan stunting juga menjadi perhatian. Pemerintah menyediakan paket gizi tambahan bagi balita berisiko dan layanan cek kesehatan gratis yang ditargetkan menjangkau 30 persen penduduk di 15 kabupaten/kota. Sementara itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut telah memberi manfaat bagi sekitar 2,7 juta anak setiap hari di Provinsi Lampung.

“Stunting bukan hanya soal pertumbuhan fisik, tetapi tentang masa depan generasi Lampung,” ujar Gubernur.

Di bidang keagamaan, Pemprov Lampung menyalurkan bantuan ke ratusan masjid, mushola, TPA, dan rumah ibadah lintas agama, serta memberikan insentif kepada guru ngaji, ustaz, pendeta, dan penjaga rumah ibadah sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka.

Sementara itu, Plt Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri menyambut baik perhatian Pemprov Lampung. Ia menilai kehadiran Gubernur dan besarnya alokasi anggaran infrastruktur menjadi dorongan kuat untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerahnya.

“Kehadiran Gubernur secara langsung di tengah masyarakat memberi semangat baru bagi kami untuk memperkuat sinergi dan mempercepat pembangunan Lampung Tengah,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *