PIJAR MEDIA, TUBABA — Puluhan calon kepala tiyuh atau desa di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, menandatangani pakta integritas dan deklarasi damai menjelang Pemilihan Kepala Tiyuh (Pilkati) Serentak 2026.
Kegiatan yang diikuti calon dari 26 tiyuh tersebut berlangsung di Aula Lantai 3 Kantor Bupati Tubaba, Senin (05/10/2026). Deklarasi itu menjadi bagian dari upaya menjaga pelaksanaan pesta demokrasi tingkat tiyuh agar berlangsung aman, tertib, jujur, adil, dan kondusif.
Deklarasi tersebut dihadiri langsung Bupati Tubaba Ir. Novriwan Jaya, S.P., Wakil Ketua DPRD Tubaba Ponco Nugroho, S.T., Kapolres Tubaba AKP Oktaf Siagian, S.H., M.M., perwakilan TNI, Kejaksaan Negeri Tubaba, Lanud M. Bunyamin, Sekdakab Tubaba Ir. Iwan Mursalin, S.T., M.T., serta jajaran forkopimda dan kepala organisasi perangkat daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Novriwan Jaya mengingatkan para calon agar menjadikan Pilkati sebagai momentum memperkuat persatuan masyarakat, bukan sebaliknya.
Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh merusak hubungan antarwarga maupun mengganggu keamanan dan ketentraman tiyuh.
“Kompetisi dan perbedaan pilihan politik adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, perbedaan tersebut jangan sampai merusak tali silaturahmi, memecah belah keharmonisan, serta mengganggu ketenteraman warga tiyuh,” kata Novriwan.
Ia meminta para calon dan pendukungnya memegang teguh nilai Nenemo, yakni Nemen, Nedes, dan Nerimo.
Nemen dimaknai sebagai bekerja keras dan bersungguh-sungguh untuk membangun tiyuh. Nedes berarti tahan banting dan bersabar menghadapi dinamika selama proses pemilihan. Sementara Nerimo berarti ikhlas dan legawa menerima hasil pemilihan.
“Tanamkan komitmen dalam diri masing-masing, siap menang dan siap kalah. Hasil akhir Pilkati harus diterima dengan lapang dada dan penuh keikhlasan demi kemajuan tiyuh bersama,” ujarnya.
Selain itu, Bupati mengingatkan seluruh calon agar mematuhi regulasi dan menghindari politik uang, ujaran kebencian, isu SARA, serta penyebaran berita bohong atau hoaks.
Para calon juga diminta menyampaikan visi, misi, dan program kerja secara santun dan edukatif tanpa mengorbankan kerukunan masyarakat.
“Kepala tiyuh yang terpilih maupun yang belum terpilih nantinya harus bersama-sama merangkul seluruh elemen masyarakat demi menjaga stabilitas tiyuh,” terang Novriwan.
Ia juga meminta panitia pemilihan, Badan Permusyawaratan Tiyuh (BPT), dan aparatur tiyuh menjaga netralitas serta menjalankan seluruh tahapan secara adil, jujur, dan transparan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Tiyuh (DPMT) Tubaba Sofiyan Nur, mengatakan terdapat 59 calon kepala tiyuh dari 26 tiyuh yang akan mengikuti Pilkati Serentak 2026. Total daftar pemilih tetap (DPT) mencapai 56.811 orang.
“Untuk jumlah calon kepala tiyuh 59 orang dari 26 tiyuh dengan jumlah DPT 56.811,” kata Sofiyan.
Sofiyan mengatakan tahapan Pilkati selanjutnya akan memasuki penyampaian surat undangan dan distribusi pada 12-18 Oktober 2026.
Kemudian, kampanye calon dijadwalkan pada 12-14 Oktober, persiapan tempat pemungutan suara atau TPS pada 19-20 Oktober, masa tenang 18-20 Oktober, dan pemungutan suara dilaksanakan pada 21 Oktober 2026.
“Setelah deklarasi ini, selanjutnya kita fokus pada tahapan penyampaian surat undangan dan distribusi, kemudian kampanye, persiapan TPS, masa tenang, dan pemungutan suara pada tanggal 21 Oktober,” jelasnya.
Dalam Pilkati Serentak 2026, terdapat lima tiyuh yang hanya memiliki satu calon atau calon tunggal. Kelima tiyuh tersebut yakni, Bandar Dewa di Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Makarti dan Sumber Rejo di Kecamatan Tumijajar, serta Marga Sari dan Toto Wonodadi di Kecamatan Batu Putih.
Kelima tiyuh dengan calon tunggal tersebut nantinya berhadapan dengan pilihan kotak kosong.
Sofiyan menjelaskan, calon tunggal dinyatakan menang apabila memperoleh lebih dari 50 persen suara sah. Jika tidak mencapai ketentuan tersebut, calon dinyatakan kalah.
“Untuk lima tiyuh calon tunggal yang melawan kotak kosong, jika calon bisa menang 50 persen plus satu dari jumlah suara sah maka calon menang. Jika tidak maka kalah,” ungkapnya.
Jika calon tunggal kalah, tiyuh tersebut akan dipimpin penjabat kepala tiyuh yang ditetapkan oleh Bupati hingga periode Pilkati berikutnya.
Sofiyan juga mengingatkan seluruh peserta dan masyarakat menjaga kondusifitas selama tahapan Pilkati. Setiap pelanggaran dalam kampanye akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kita harap semua calon dan masyarakat bisa menjaga kondusifitas. Adapun jika ada pelanggaran dalam kampanye maka akan diproses sesuai ketentuan berlaku. Deklarasi damai hari ini diharapkan menjadi komitmen bersama agar Pilkati Serentak 2026 di Tubaba berlangsung aman, demokratis, dan bermartabat hingga tahapan pemungutan suara bahkan pelantikan,” pungkasnya.
(Rian)













