PIJAR MEDIA, MESUJI – Suasana haru menyelimuti halaman SMAN 1 Panca Jaya, Kabupaten Mesuji, saat ratusan siswa kelas XII mengikuti prosesi purnawiyata, Rabu (22/04/2026). Tangis pecah di antara pelukan hangat, menandai berakhirnya perjalanan tiga tahun yang penuh kenangan dan perjuangan.
Acara yang berlangsung khidmat itu bukan sekadar seremoni perpisahan biasa. Sejak doa pembuka dipanjatkan, nuansa emosional mulai terasa. Satu per satu siswa tampak tak kuasa menahan air mata, terlebih saat memasuki momen sungkeman dan penyampaian terima kasih kepada para guru yang telah mendampingi mereka selama ini.
Kepala sekolah dalam sambutannya menyampaikan pesan penuh makna. Ia menegaskan bahwa kelulusan bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan baru yang lebih menantang, baik di dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.
“Hari ini kami melepas kalian dengan bangga, meski berat hati. Tiga tahun mungkin terasa singkat, namun cukup untuk membentuk karakter. Ingatlah selalu untuk menjaga nama baik almamater di mana pun kalian berada,” ujarnya dengan suara bergetar.
Momen paling menyentuh terlihat saat para siswa saling berpelukan, menguatkan satu sama lain sebagai simbol persahabatan yang telah terjalin erat. Tak hanya siswa, para guru pun tampak menitikkan air mata saat menerima salam perpisahan dari anak didik mereka.
Salah satu siswa, dalam kesan pesannya, mengungkapkan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh guru. Ia menyebut bahwa sekolah telah mengajarkan arti kerja keras dan kedisiplinan.
“Terima kasih Bapak dan Ibu guru yang tidak pernah menyerah membimbing kami. Kami pergi untuk mengejar mimpi, tapi kenangan di sekolah ini akan selalu kami simpan,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Prosesi ditutup dengan foto bersama yang diwarnai tangis haru. Meski langkah mereka kini akan berpisah menuju jalan masing-masing, kenangan di SMAN 1 Panca Jaya akan tetap hidup dalam ingatan, menjadi bekal berharga dalam menjemput masa depan. (Kotan)













