Harga Karet Tubaba Tembus Rp23 Ribu/kg, Singkong Naik

Foto : Ilustrasi Enam Komoditas

PIJAR MEDIA, TUBABA — Harga sejumlah komoditas unggulan di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, mengalami kenaikan pada Oktober 2026. Karet menjadi komoditas dengan harga tertinggi, mencapai Rp23.000 per kilogram, sedangkan singkong naik menjadi Rp2.250 per kilogram.

Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Tubaba per Senin (19/10/2026), kenaikan harga terutama terjadi pada karet dan singkong. Sementara itu, harga kelapa sawit, tebu, gabah, dan jagung relatif stabil dibandingkan periode sebelumnya.

Kepala Diskoperindag Tubaba, Achmad Nazaruddin, menyampaikan perkembangan harga tersebut berdasarkan pemantauan di tingkat pabrik dan lapak.

Harga karet misalnya di Sang Ratu Grup, Tiyuh (Desa) Gedung Ratu, berada pada kisaran Rp18.000–Rp20.000 per kilogram untuk karet dengan masa pengumpulan 3–5 hari. Adapun karet dengan masa pengumpulan sekitar satu minggu dihargai Rp22.000–Rp23.000 per kilogram.

Harga tersebut meningkat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya yang tercatat maksimal sekitar Rp17.000 per kilogram. Perbedaan nilai jual karet dipengaruhi kualitas dan masa pengumpulan hasil sadapan.

Sementara itu, harga singkong di PT BERTINDO/BTJ, Tiyuh Karta, Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU), tercatat Rp2.250 per kilogram. Harga ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang berada pada kisaran Rp2.000–Rp2.150 per kilogram.

“Kenaikan kedua komoditas tersebut menjadi perhatian karena karet dan singkong merupakan bagian dari komoditas yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat setempat,” kata Nazaruddin.

Di sisi lain, harga kelapa sawit misalnya di lapak Berkah Jaya berada pada kisaran Rp2.850–Rp3.050 per kilogram. Harga ini sedikit meningkat dibandingkan sebelumnya yang berkisar Rp2.800–Rp3.000 per kilogram.

Untuk komoditas tebu, harga pembelian di Gunung Madu Plantation (GMP) berada pada kisaran Rp680–Rp850 per kilogram. Angka tersebut relatif sejalan dengan periode sebelumnya, meskipun terdapat perubahan pada rentang harga pembelian.

BACA JUGA :  Hadiri Promosi Doktor, Sekda Tubaba Tegaskan Pentingnya SDM

Adapun harga gabah salah satunya di PP Sentosa tercatat Rp7.750–Rp7.850 per kilogram. Sementara itu, jagung di lokasi yang sama berada pada kisaran Rp5.550–Rp6.050 per kilogram. Kedua komoditas tersebut relatif stabil dibandingkan pemantauan sebelumnya.

Selain pergerakan harga, kondisi kemarau panjang menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati dalam perkembangan sektor pertanian dan perkebunan di Tubaba.

“Kemarau berpotensi memengaruhi ketersediaan air, pertumbuhan tanaman, produktivitas, hingga jumlah hasil panen. Apabila kondisi tersebut berlangsung berkepanjangan, pasokan komoditas pada periode berikutnya juga berpotensi terdampak,” terang Nazaruddin.

Meski demikian, perubahan harga tidak hanya ditentukan oleh kondisi cuaca. Kualitas hasil produksi, jumlah pasokan, permintaan pasar, serta ketentuan pembelian masing-masing pabrik dan lapak turut memengaruhi nilai jual komoditas.

Diskoperindag Tubaba perlu terus memantau perkembangan harga dan kondisi perdagangan di lapangan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai perubahan pasar.

“Pemantauan berkala memang diperlukan untuk menyediakan informasi bagi petani dan pelaku usaha, sekaligus menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dalam mengantisipasi kendala produksi dan menjaga keberlanjutan sektor pertanian serta perkebunan,” pungkasnya.

(Rian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *