PIJAR MEDIA, TUBABA — Ratusan siswa dari TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA), SD Muhammadiyah, hingga SMP Muhammadiyah Mulya Asri, Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), mengikuti praktik langsung pembayaran zakat fitrah melalui Lazismu.
Kegiatan yang digelar pada sepuluh hari terakhir Ramadhan 1447 Hijriah ini menjadi bagian dari pendidikan karakter untuk menanamkan nilai kepedulian sosial sejak dini. Para siswa datang membawa beras atau uang zakat, sekaligus mempraktikkan tata cara berzakat sesuai tuntunan, Kamis (12/03/2026).
Dalam kegiatan tersebut, siswa juga dibimbing melafalkan niat zakat fitrah saat menyerahkan zakat kepada amil dari Lazismu.
“Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘annii fardhan lillaahi ta‘aalaa,” ucap para siswa saat menyerahkan zakat, yang berarti niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diri sendiri karena Allah.
Badan Pengurus Kantor Layanan Lazismu (KLL) Mulya Asri, Wildan Hartanto, mengatakan zakat yang terkumpul nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima (mustahik) di sekitar wilayah tersebut.
Menurut dia, praktik langsung ini diharapkan membuat siswa tidak hanya memahami teori zakat di kelas, tetapi juga merasakan makna berbagi di bulan suci Ramadhan.
“Melalui praktik ini, siswa diharapkan merasakan kebahagiaan saat bisa berbagi dengan sesama,” kata Wildan.
Sementara itu, Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Tubaba, Bambang Wiyono, menyampaikan pihaknya telah membentuk kantor layanan Lazismu di setiap pimpinan ranting dan cabang Muhammadiyah serta di masjid dan mushola.
Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan masyarakat yang ingin menunaikan zakat tanpa harus datang ke kantor pusat.
Ia menambahkan, setiap kantor layanan Lazismu telah dibekali sistem administrasi yang transparan dan profesional agar pengelolaan dana zakat dapat dilakukan secara amanah.
“Kami mengajak masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah, menunaikan zakat melalui Lazismu agar penyalurannya lebih terukur dan tepat sasaran. Lazismu Tubaba juga berkomitmen menjadikan pengelolaan zakat sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan melalui program kesehatan, pendidikan, serta bantuan ekonomi produktif bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (Rian)













