PJAR MEDIA— Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, mengungkap sejumlah temuan penting dalam hasil monitoring Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di wilayah setempat.
Pada monitoring yang dilakukan terhadap 37 SPPG sepanjang 2–10 Februari 2026 tersebut, ada beberapa indikator utama yang menjadi penilaian evaluasi serta pembinaan, meliputi ketaatan perizinan, pengelolaan limbah, serta pemenuhan standar bangunan dan fasilitas SPPG.
“Dari sisi pengelolaan limbah, hasilnya masih beragam. Tercatat hanya satu SPPG yang masuk kategori sangat baik, 16 kategori baik, sementara 18 lainnya masih kurang baik dan bahkan dua SPPG masuk kategori sangat kurang,” ujar Sofiyan Nur, saat dikonfirmasi media, pada (20/02/2026).
Selain itu, Satgas juga menemukan ketidaksesuaian data lokasi. Salah satu SPPG, yakni SPPG Cahyo Randu, yang tercatat berada di wilayah Tubaba, ternyata secara faktual berlokasi di Kabupaten Tulang Bawang.
“Pada aspek bangunan gedung, hasil monitoring menunjukkan dua SPPG memerlukan perbaikan teknis untuk memenuhi kelayakan bangunan. Sementara dari sisi kesehatan, dari 37 SPPG yang dimonitor, baru 36 SPPG yang telah mengantongi Sertifikat PKP,” terangnya.
Hasil pemeriksaan kualitas air juga menjadi perhatian serius. Dari total 37 SPPG, hanya 23 yang memenuhi syarat baku mutu air, sedangkan 14 SPPG lainnya belum memenuhi standar. Untuk Indeks Kesehatan Lingkungan (IKL), sebanyak 35 SPPG dinyatakan memenuhi ketentuan, namun masih terdapat beberapa SPPG dengan capaian di bawah standar minimal 80 persen.
“Berdasarkan rapat Satgas MBG bersama koordinator wilayah dan koordinator kecamatan SPPG, kami sepakat akan memberikan rekomendasi dan teguran tertulis kepada masing-masing SPPG. Bentuknya bertahap, mulai dari perintah perbaikan hingga penghentian sementara operasional, sesuai tingkat ketidakpatuhan,” tegas Sofiyan.
Tak kalah penting, Satgas juga menyoroti aspek perlindungan tenaga relawan. Dari 37 SPPG yang ada, baru 20 SPPG yang telah mendaftarkan seluruh relawannya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Hasil monitoring ini menjadi dasar pembenahan menyeluruh agar seluruh SPPG di Tubaba dapat beroperasi sesuai standar, aman bagi lingkungan, serta menjamin kesehatan dan keselamatan para relawan maupun penerima manfaat program,” pungkasnya. (Red)












