Empat Ruas Jalan Tubaba Diusulkan Masuk IJD 2026, Sekda: Satu Segera Digarap

Foto : Sekda Tubaba (Atas), Survei Ruas Tunas Jaya–Jaya Murni Bersama P2JN (Bawah).

PIJAR MEDIA, TUBABA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, mengusulkan empat ruas jalan masuk dalam program Inpres Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2026.

Dari empat ruas tersebut, satu ruas dipastikan segera mendapatkan penanganan dan ditargetkan mulai dikerjakan pada Oktober 2026 mendatang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Tubaba Iwan Mursalin mengatakan, usulan IJD telah disampaikan Pemkab Tubaba sejak 2025. Total empat ruas prioritas yang diusulkan memiliki panjang 11,87 kilometer dengan nilai usulan mencapai Rp96,1 miliar.

“Dari jumlah usulan itu, satu segera digarap. Adapun yang akan segera ditangani itu adalah ruas Tunas Jaya–Jaya Murni. Rencananya pekerjaan mulai dilaksanakan Oktober 2026,” kata Iwan, saat dikonfirmasi media pada Senin (24/08/2026).

Ruas Tunas Jaya–Jaya Murni memiliki panjang penanganan sekitar 5,51 kilometer dengan nilai usulan Rp44,61 miliar. Jenis pekerjaan yang diusulkan berupa rekonstruksi menggunakan konstruksi beton atau rigid beton.

Menurut Iwan, sejumlah persiapan telah dilakukan sebelum pekerjaan fisik dimulai. Beberapa hari sebelumnya, Pemkab Tubaba bersama tim P2JN telah melaksanakan survei terhadap ruas jalan tersebut.

Survei turut didampingi aparatur tiyuh/desa, unsur kecamatan, serta anggota DPRD. Kegiatan itu menjadi bagian dari koordinasi dan persiapan teknis sebelum pekerjaan dilaksanakan.

“Selain ruas Tunas Jaya–Jaya Murni tersebut, terdapat tiga ruas lain yang diusulkan melalui program IJD 2026. Pertama, Rekonstruksi Jalan Simpang Bangun Jaya–Simpang Tunas Jaya sepanjang 1 kilometer dengan nilai usulan Rp8,1 miliar. Ruas tersebut juga diusulkan mendapat penanganan rigid beton,” ungkapnya.

Kedua, Rekonstruksi Jalan Simpang Mulya Jaya–Simpang Bangun Jaya sepanjang 4,11 kilometer dengan nilai usulan Rp33,26 miliar. Ketiga, Rekonstruksi Jalan Jaya Murni–Batas Mesuji sepanjang 1,25 kilometer dengan nilai usulan Rp10,13 miliar.

BACA JUGA :  Di Tengah Geopolitik, Pemprov Lampung Pastikan Haji 2026 Tetap Berangkat

“Keempat ruas jalan yang diusulkan tersebut berada dalam koridor K13 Setia Agung–Tunas Jaya–Jaya Murni dan memiliki fungsi strategis bagi konektivitas wilayah,” jelasnya.

Iwan menerangkan, untuk tiga ruas lainnya hingga kini belum ada informasi lebih lanjut mengenai kepastian penanganannya pada tahun ini.

“Untuk usulan lainnya belum ada informasi lebih lanjut apakah dapat segera ditangani tahun ini atau tidak,” terangnya.

Menurutnya, usulan IJD tersebut diarahkan pada ruas-ruas yang memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.

Jalan-jalan tersebut menjadi akses menuju kawasan hutan produksi tetap, perkebunan, permukiman perdesaan dan kawasan industri. Sejumlah ruas juga berfungsi sebagai penghubung Tubaba dengan wilayah Kabupaten Mesuji serta Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Selain itu, peningkatan jalan di koridor tersebut diharapkan memperkuat akses menuju Exit Tol Way Kenanga yang terhubung dengan Jalan Tol Trans Sumatera.

Pemkab Tubaba berharap dukungan pemerintah pusat melalui program IJD dapat mempercepat peningkatan kemantapan jalan daerah.

“Harapan kami seluruh usulan dapat diakomodir oleh pemerintah pusat, sehingga infrastruktur jalan di Tubaba semakin baik dan konektivitas antarwilayah semakin kuat,” pungkasnya.

(Rian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *