SPPI Tumijajar Kawal Petani Lokal Tingkatkan Produksi untuk MBG

Foto : Kegiatan pembinaan dan pemberdayaan petani hidroponik oleh SPPI Tumijajar

PIJAR MEDIA, TUBABA — Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, memperkuat pendampingan terhadap petani lokal guna meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil pertanian.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mendukung kesiapan petani menjadi pemasok bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yang mana komitmen itu salah satunya diwujudkan melalui kegiatan pembinaan dan pemberdayaan petani hidroponik di Pondok An Nur, Kelurahan Dayamurni, Kecamatan Tumijajar, yang dihadiri langsung Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPI Tumijajar bersama jajaran anggota SPPI atau Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lainnya.

Korcam SPPI Kecamatan Tumijajar, Fiki Fian, mengatakan pendampingan dilakukan agar para petani lokal mampu berkembang dan memiliki peluang lebih besar dalam memenuhi kebutuhan pangan untuk program pemerintah.

“Melalui pembinaan ini, kami ingin petani lokal bisa berkembang dan memiliki peluang besar menjadi pemasok bahan baku program MBG,” kata Fiki Fian kepada media, Jumat (08/05/2026).

Menurutnya, program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi petani lokal untuk meningkatkan taraf ekonomi melalui perluasan pasar hasil pertanian.

Karena itu, SPPI Tumijajar terus mendorong para petani hidroponik menjaga kualitas dan kuantitas produksi agar hasil panen memenuhi standar kebutuhan program tersebut.

“Kami menekankan pentingnya menjaga kualitas dan kuantitas produksi. Dengan begitu, hasil pertanian dari petani lokal bisa diambil dan dimanfaatkan sebagai bahan baku MBG,” ujarnya.

Ia menilai, pertanian hidroponik memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Tubaba karena mampu menghasilkan produk pangan yang lebih sehat, higienis, dan bernilai ekonomi tinggi. Selain itu, sistem hidroponik dinilai lebih efisien dan adaptif terhadap keterbatasan lahan pertanian.

BACA JUGA :  Gubernur Lampung Tinjau Arus Mudik di Bakauheni, 4.232 Personel Disiagakan

Pendampingan yang dilakukan SPPI juga diharapkan dapat mendorong lahirnya petani-petani muda yang inovatif dan mampu mengikuti perkembangan pertanian modern.

Fiki berharap sinergi antara SPPI dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga ketahanan pangan daerah semakin kokoh, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi petani lokal di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai.

“Kami ingin petani di Tumijajar semakin mandiri dan mampu bersaing dalam memenuhi kebutuhan pangan sehat dan bergizi untuk masyarakat, sebagaimana harapan dan cita-cita bapak Presiden Prabowo Subianto dalam program nasional MBG,” tuturnya.

Anggota SPPI Tumijajar, M. Masyarudin Murad, juga menegaskan bahwa pendampingan terhadap petani hidroponik merupakan bentuk komitmen SPPI dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung keberhasilan Program MBG.

“SPPI hadir bukan hanya mendampingi, tetapi juga memastikan petani lokal memiliki kesiapan dan peluang untuk berkembang. Kami ingin hasil pertanian masyarakat benar-benar bisa terserap dan memberi dampak ekonomi yang nyata bagi warga,” ujar Masyarudin Murad.

Senada, disampaikan anggota SPPI lainnya, Ghozi Farhan. Ia menilai pertanian hidroponik memiliki prospek besar untuk dikembangkan di Tubaba karena mampu menghasilkan produk pangan sehat, higienis, dan bernilai ekonomi tinggi.

“Pertanian hidroponik sangat potensial untuk mendukung kebutuhan bahan baku MBG. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, kami berharap petani lokal semakin percaya diri dan mampu bersaing dalam memenuhi kebutuhan pangan sehat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Rian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *