PIJAR MEDIA, BANDAR LAMPUNG —Guna memperkuat pengembangan bioteknologi dan biomedis, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, mulai menjajaki kerja sama di bidang teknologi kedokteran dengan Stem Cell and Cancer Research (SCCR) Indonesia dan Agung Putra University (APU).
Penjajakan tersebut mencuat saat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, menerima kunjungan kerja SCCR Indonesia di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Lampung, Selasa (05/05/2026).
Marindo menegaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus utama Pemprov Lampung. Menurutnya, penguatan kapasitas generasi muda di bidang sains dan teknologi, khususnya bioteknologi dan biomedis, penting untuk menjawab tantangan masa depan.
“Pemprov Lampung berkomitmen mendorong lahirnya talenta unggul di sektor kesehatan dan teknologi. Kami ingin anak-anak Lampung tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam perkembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Lampung menyiapkan program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu. Program ini membuka peluang bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan di APU Semarang melalui kolaborasi dengan SCCR Indonesia.
Marindo menjelaskan, inisiatif tersebut tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang untuk mencetak tenaga ahli di bidang kesehatan modern.
Ia juga menyoroti pentingnya penguasaan teknologi stem cell, yang kini berkembang sebagai salah satu inovasi medis dalam penanganan penyakit degeneratif. Menurutnya, pengembangan teknologi ini membutuhkan SDM yang kompeten dan terlatih.
“Ke depan, kami berharap generasi muda Lampung dapat terlibat langsung dalam pengembangan teknologi ini dan berkontribusi bagi kemajuan layanan kesehatan nasional,” katanya.
Untuk menjaring peserta, Pemprov Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan melakukan seleksi terhadap pelajar berprestasi, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi namun bersemangat tinggi dalam menempuh pendidikan.
“Program kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi lahirnya generasi peneliti dan tenaga medis unggul dari Lampung, sekaligus mendorong daya saing daerah di sektor kesehatan berbasis teknologi,” pungkasnya. (Rian)













