PIJAR MEDIA, BANDAR LAMPUNG– Sosok “Kartini” dari Tulang Bawang Barat (Tubaba), Maulidah Zauroh, M.A.Pd., resmi memimpin Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Lampung masa khidmat 2026–2031.
Ia terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) yang berlangsung di Hotel Horison Bandar Lampung, Kamis (30/04/2026) hingga Jumat (01/05/2026).
Julukan “Kartini Tubaba” mencerminkan semangat kepemimpinan perempuan yang diusung Maulidah Zauroh, yakni mendorong peran aktif perempuan muda dalam pembangunan, sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Konferwil yang dihadiri perwakilan dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung ini berlangsung khidmat, demokratis, dan penuh semangat kebersamaan. Turut hadir Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU, Ela Siti Nuryamah, yang memberikan arahan strategis kepada seluruh peserta.
Selain membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, forum juga menjadi momentum pemilihan ketua baru. Melalui musyawarah mufakat, Maulidah Zauroh ditetapkan sebagai ketua, melanjutkan estafet kepemimpinan dari ketua demisioner, Wirda.
Dalam sambutannya, Wirda menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh kader selama masa jabatannya. Ia berharap kepemimpinan baru dapat membawa organisasi semakin berkembang.
“Saya berharap kepemimpinan yang baru dapat membawa Fatayat NU Lampung semakin maju, solid, dan berkontribusi lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, Maulidah Zauroh dalam pidato perdananya menegaskan komitmennya untuk menghadirkan semangat pembaruan, sejalan dengan nilai-nilai perjuangan perempuan seperti Kartini. Ia menilai Fatayat NU memiliki peran penting dalam membangun kapasitas perempuan muda di berbagai sektor.
“Fatayat NU harus menjadi ruang pemberdayaan perempuan, baik dalam bidang sosial, pendidikan, maupun ekonomi. Kita perlu memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas kontribusi nyata di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai Ahlussunnah wal Jamaah sebagai landasan gerakan, sembari tetap adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan generasi muda.
“Konferwil ini menjadi momentum strategis dalam merumuskan arah kebijakan dan program kerja organisasi ke depan, dengan fokus pada penguatan struktur hingga tingkat akar rumput serta sinergi dengan berbagai pihak,” pungkasnya.
Maulidah Zauroh merupakan perempuan asal Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), lahir di Dayamurni pada 11 September 1986. Ia menempuh pendidikan di SDN 1 Dayamurni, MTs MHM Dayamurni, dan MAN Denanyar Jombang, Jawa Timur. Pendidikan sarjana diraih di STAI Ma’arif Metro, Lampung, sementara pendidikan magister hingga doktoral ditempuh di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang dimilikinya, “Kartini Tubaba” ini diharapkan mampu membawa Fatayat NU Lampung menjadi organisasi yang lebih progresif, inklusif, dan berdaya guna, khususnya dalam memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah.
(Rian)













