Pemprov Lampung Genjot Infrastruktur Way Kanan, Target Kemantapan Jalan Capai 67,10 Persen

Foto : Wagub Jihan Hadiri Musrenbang Way Kanan

PIJAR MEDIA, Way Kanan — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memperkuat pembangunan infrastruktur di Kabupaten Way Kanan. Salah satunya melalui alokasi anggaran sebesar Rp178,5 miliar pada tahun 2026 guna meningkatkan kualitas jalan dan jembatan di wilayah tersebut.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Way Kanan Tahun 2027 di Gedung Serba Guna (GSG) Kompleks Perkantoran Pemkab Way Kanan, Selasa (10/3/2026).

Dalam sambutannya, Wagub Jihan mengapresiasi capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Way Kanan di bawah kepemimpinan Bupati Ayu Asalasiyah. Ia menilai pertumbuhan ekonomi daerah tersebut menunjukkan tren positif.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Way Kanan pada tahun 2025 mencapai 5,34 persen, angka yang melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung maupun nasional.

“Kontribusi terbesar berasal dari sektor pertanian yang menjadi sektor vital. Sudah patut dan layak jika Pemerintah Provinsi Lampung memberikan fokus pembangunan lebih besar kepada Kabupaten Way Kanan,” ujar Jihan.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran Rp178,5 miliar pada tahun 2026 untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Bumi Ramik Ragom. Dengan dukungan tersebut, tingkat kemantapan ruas jalan provinsi di wilayah Way Kanan ditargetkan meningkat menjadi 67,10 persen pada akhir 2026.

Selain pembangunan fisik, Pemprov Lampung juga mendorong penguatan sektor pertanian melalui hilirisasi produk desa lewat program Desaku Maju. Program ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian masyarakat.

Jihan menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen hilirisasi di 57 desa di Way Kanan, termasuk fasilitas pengering gabah (dryer) dan Rice Milling Unit (RMU). Program tersebut juga melibatkan sumber daya manusia dari masyarakat lokal.

BACA JUGA :  Mirza Dorong Pringsewu Jadi Sentra Mocaf, Singkong Diolah Jadi Penggerak Ekonomi

“Kami menyiapkan instrumen hilirisasi pertanian di desa-desa, sehingga ekosistem SDM-nya berasal dari masyarakat setempat. Dengan begitu nilai tambah dari hasil pertanian dapat dinikmati langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Di sisi lain, Wagub juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam birokrasi pemerintahan. Ia menegaskan bahwa transparansi publik saat ini menuntut aparatur sipil negara bekerja secara profesional dan akuntabel.

“Kita ini seperti bekerja di dalam akuarium yang transparan. Masyarakat bisa melihat bagaimana kita bekerja. Kolaborasi tanpa integritas tidak akan menghasilkan kepercayaan publik,” tegasnya.

Menutup arahannya, Jihan mengajak seluruh pemangku kepentingan menyelaraskan perencanaan pembangunan daerah dengan visi besar Provinsi Lampung untuk menjadikan wilayah jalur tengah Sumatera, termasuk Way Kanan, sebagai superhub agroindustri.

Ia berharap forum Musrenbang tersebut mampu melahirkan keputusan pembangunan yang konkret, terukur, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur DPRD Provinsi Lampung, Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta tokoh masyarakat setempat. (Rian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *