Sambut Pembinaan Disnakeswan, SPPG Daya Sakti Perkuat Mutu MBG dan Dukung Peternak Lokal

Foto : Pembinaan Disnakeswan Tubaba di SPPG Daya Sakti

PIJAR MEDIA, TUBABA — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Daya Sakti, Yayasan Juang Samo Bediri, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, menyambut positif pembinaan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) untuk memperkuat kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mendukung keterlibatan peternak lokal.

Kegiatan pengawasan dan pembinaan tersebut berlangsung Kamis (29/10/2026), dipimpin langsung Kepala Disnakeswan Tubaba, Divita Sary, S.Pt., M.Pd., bersama jajaran. Kedatangan tim disambut langsung Kepala SPPG Daya Sakti, Rahmat Pratama, beserta jajaran.

Pengawasan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan produk peternakan yang digunakan dalam penyediaan makanan MBG memenuhi persyaratan keamanan pangan, kesehatan masyarakat veteriner, higiene, dan sanitasi.

Kepala SPPG Daya Sakti, Rahmat Pratama, yang akrab disapa Tama, mengapresiasi kunjungan dan pembinaan tersebut. Menurutnya, pengawasan dari instansi terkait penting untuk menjaga mutu bahan pangan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada penerima manfaat.

“Kami sangat menyambut baik kedatangan dan kunjungan tim Disnakeswan Tubaba. Bagi kami, pengawasan dan pembinaan seperti ini merupakan bagian penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta memastikan bahan pangan yang digunakan dalam penyediaan makanan tetap memperhatikan aspek keamanan, kebersihan, dan mutu,” ujar Tama.

Ia menegaskan, SPPG Daya Sakti mendukung pelaksanaan MBG dengan menjadikan kualitas makanan sebagai salah satu prioritas. Perhatian tersebut mencakup pemilihan bahan baku, kandungan gizi, proses penerimaan dan penyimpanan bahan pangan, hingga pengolahan sebelum makanan disajikan kepada penerima manfaat.

Menurut Tama, keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan makanan, tetapi juga oleh mutu bahan baku dan proses pengolahan yang memperhatikan keamanan serta kebersihan pangan.

“Kami ingin pelaksanaan program ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kualitas makanan harus menjadi perhatian bersama, mulai dari pemilihan bahan baku, proses penerimaan dan penyimpanan, hingga pengolahan. Kami juga terbuka terhadap arahan dan evaluasi dari instansi terkait sebagai bahan perbaikan ke depan,” katanya.

BACA JUGA :  Gubernur Lampung Buka Musrenbang Pringsewu, Dorong Hilirisasi Komoditas Daerah

Tama berharap koordinasi antara pengelola SPPG, pemerintah daerah, dan instansi terkait terus diperkuat. Pembinaan secara berkelanjutan dinilai penting untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan sekaligus memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai ketentuan.

Selain menjaga mutu makanan, SPPG Daya Sakti juga menyambut positif keterlibatan produk peternakan lokal dalam rantai pasok MBG, salah satunya melalui pemesanan daging kambing dari peternak setempat.

Menurut Tama, pemanfaatan produk lokal berpotensi membuka peluang pasar bagi peternak Tubaba sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah. Meski demikian, produk yang dipasok tetap harus memenuhi persyaratan mutu, kelayakan, dan keamanan pangan.

Sementara itu, Kepala Disnakeswan Tubaba, Divita Sary, menjelaskan bahwa pengawasan dan pembinaan dilakukan untuk mendukung penyelenggaraan MBG yang aman, sehat, dan berkualitas. Kegiatan tersebut juga bertujuan memastikan produk peternakan yang digunakan memenuhi ketentuan kesehatan masyarakat veteriner.

“Dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang aman, sehat, dan berkualitas, Pemerintah Kabupaten Tubaba melaksanakan kegiatan pengawasan dan pembinaan terhadap penggunaan produk peternakan, seperti daging, telur, susu, dan produk peternakan lainnya pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi,” jelas Divita.

Ia menerangkan, kegiatan yang dilaksanakan bersama komunitas Bolo Ngaret Kabupaten Tubaba itu berfokus pada pemeriksaan asal-usul dan sumber pemasok produk peternakan, kondisi penerimaan, penanganan, penyimpanan, dan pengolahan bahan pangan, serta penerapan higiene dan sanitasi.

Tim juga memantau pemenuhan persyaratan kesehatan masyarakat veteriner, keamanan pangan, kelayakan produk asal hewan, serta aspek teknis lain yang berkaitan dengan mutu bahan pangan.

Divita mengatakan, pengawasan pada Kamis tersebut turut menyasar sejumlah SPPG lainnya di Kecamatan Tumijajar. Kegiatan serupa diagendakan menjangkau seluruh SPPG secara bertahap.

“Kegiatan ini kita agendakan ke semua SPPG. Alhamdulillah, sebagian besar produk peternakan yang masuk ke SPPG berasal dari wilayah Tubaba, sehingga peternak turut ambil bagian dalam program MBG tersebut,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Rp38,5 Miliar Digelontorkan, Infrastruktur Jalan Tubaba Digenjot

Keterlibatan peternak lokal dinilai menjadi peluang untuk memperkuat rantai pasok pangan daerah sekaligus memperluas manfaat ekonomi dari pelaksanaan program pemerintah. Namun, kualitas dan keamanan produk tetap menjadi persyaratan penting dalam setiap tahapan penyediaan bahan pangan.

“Melalui kegiatan pengawasan dan pembinaan secara berkelanjutan seperti ini, kita berharap seluruh SPPG dapat terus meningkatkan perhatian terhadap keamanan dan mutu produk peternakan. Selain itu, sinergi antara SPPG, pemerintah daerah, dan peternak lokal diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan MBG serta mendukung pemenuhan gizi penerima manfaat sekaligus membuka peluang bagi produk peternakan lokal untuk berkontribusi terhadap perekonomian daerah,” pungkasnya.

(Rian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *