Tubaba Dapat Estimasi 136 Kuota Haji 2027, Persiapan Mulai Berjalan, Ini Rincian Biayanya

Foto : Kepala Kantor Kemenhaj Tubaba

PIJAR MEDIA, TUBABA — Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, mendapat estimasi alokasi 136 jemaah untuk penyelenggaraan ibadah haji 2027.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tubaba, Efrizon Anwar, mengatakan alokasi tersebut terdiri atas 129 jemaah berdasarkan urutan nomor porsi dan 7 jemaah prioritas lanjut usia (lansia).

“Untuk Tubaba, estimasi alokasi kuota haji 2027 sebanyak 136 jemaah. Penetapan akhirnya tetap mengikuti ketentuan dan data resmi penyelenggaraan haji. Saat ini persiapan keberangkatan mulai berjalan, mulai dari pengumpulan dokumen paspor, perekaman data visa hingga pemeriksaan kesehatan calon jemaah.” kata Efrizon saat dikonfirmasi media di ruang kerjanya, Senin (19/10/2026).

Secara keseluruhan, Provinsi Lampung mendapat estimasi alokasi 5.782 jemaah, terdiri atas 5.491 jemaah berdasarkan nomor urut porsi dan 291 jemaah prioritas lansia.

Efrizon menjelaskan, persiapan haji tahun ini relatif lebih cepat seiring penyelenggaraan haji yang kini ditangani kementerian tersendiri, terpisah dari Kementerian Agama.

Dari sisi administrasi, dokumen paspor calon jemaah telah terkumpul. Sementara itu, perekaman data untuk keperluan Saudi Visa Bio (SVB) telah mencapai hampir 90 persen atau 116 dari total 136 calon jemaah.

“Tahapan selanjutnya berfokus pada pemeriksaan kesehatan melalui puskesmas dan pemeriksaan lanjutan atau medical check-up (MCU) di RSUD Tubaba. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan calon jemaah memenuhi persyaratan istitaah kesehatan sebelum melanjutkan ke proses pelunasan biaya haji,” terang Efrizon.

Ia mengungkapkan, terkait biaya penyelenggaraan ibadah haji atau BPIH 1448 Hijriah/2027 Masehi, angka yang disampaikan mencapai Rp98.466.351 per jemaah. Namun, pelaksanaan kepastian ketentuan biaya tersebut masih menunggu Keputusan Presiden (Keppres).

Dari total BPIH tersebut, sebesar 55,50 persen berasal dari Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang menjadi tanggungan jemaah, sedangkan 44,50 persen berasal dari nilai manfaat pengelolaan dana haji oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

BACA JUGA :  Antrean BBM Subsidi Mengular, Krisis Energi atau Tata Kelola?

Berdasarkan rincian yang disampaikan, Bipih yang menjadi tanggungan jemaah sekitar Rp54,648 juta. Adapun nilai manfaat BPKH mencapai Rp43.817.526 per jemaah.

“Jadi, untuk ketetapan total BPIH tahun 2027 telah disepakati sebesar Rp98.466.351 per jemaah. Biaya yang menjadi tanggungan jemaah (Bipih) sekitar Rp54.648.000, dan nilai manfaat dana haji dari BPKH Rp43.817.526. Setoran awal jemaah Rp25.000.000, sementara setoran pelunasan hanya Rp23.048.825, karena jemaah juga menerima nilai manfaat virtual account jemaah sebesar Rp3.400.000 dan subsidi pemerintah Rp3.200.000,” paparnya.

Menurutnya, nilai manfaat virtual account jemaah meningkat menjadi rata-rata Rp3,4 juta, dibandingkan Rp2,76 juta pada 2026. Sementara itu, besaran setoran pelunasan yang disampaikan mencapai Rp23.048.825, atau turun sekitar Rp3,385 juta dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, pelaksanaan ketentuan biaya haji 2027 masih menunggu Keputusan Presiden (Keppres). Karena itu, rincian pembayaran dan ketentuan pelunasan perlu mengacu pada keputusan resmi pemerintah.

Di sisi lain, Efrizon turut menanggapi informasi mengenai wacana pemangkasan masa tunggu haji secara nasional menjadi 14 tahun.

Menurut dia, hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi resmi mengenai kebijakan tersebut, baik dari tingkat provinsi maupun pusat melalui jalur koordinasi yang tersedia.

Saat ini, estimasi masa tunggu bagi masyarakat yang baru mendaftar haji masih sekitar 26 tahun. Karena itu, calon jemaah diminta tidak menjadikan wacana pemangkasan masa tunggu sebagai kepastian jadwal keberangkatan.

Efrizon berharap penyelenggaraan ibadah haji ke depan semakin baik, terutama dalam pelayanan, administrasi, kesehatan, dan kesiapan keberangkatan. Ia juga berharap kuota haji, termasuk untuk Kabupaten Tubaba, dapat bertambah sehingga semakin banyak masyarakat mendapat kesempatan menunaikan ibadah ke Tanah Suci.

Ia mengimbau calon jemaah untuk mengikuti seluruh tahapan yang ditetapkan, menjaga kesehatan, serta memantau informasi resmi mengenai kuota, jadwal keberangkatan, dan pelunasan biaya haji.

BACA JUGA :  Disnakeswan Tubaba Terjunkan Tim Periksa Hewan Kurban Jelang Idul Adha

“Dengan persiapan administrasi dan pemeriksaan kesehatan yang terus berjalan, Kemenhaj Tubaba berharap proses penyelenggaraan haji 2027 dapat berlangsung tertib sesuai ketentuan pemerintah,” pungkasnya.

(Rian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *