Rp 839 Miliar Digelontorkan untuk Way Kambas, Solusi Konflik Manusia dan Gajah

Foto : Gubernur Lampung Saat Di Way Kambas

PIJAR MEDIA, BANDAR LAMPUNG — Prabowo Subianto menyiapkan anggaran Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp 839 miliar untuk penanganan konflik manusia dan gajah di kawasan Taman Nasional Way Kambas. Dana tersebut difokuskan untuk pembangunan pagar, kanal, serta restorasi ekosistem di wilayah konservasi tersebut.

Kebijakan ini disampaikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (12/3/2026). Proyek ini juga akan melibatkan satuan zeni TNI Angkatan Darat guna memastikan kualitas dan ketahanan infrastruktur yang dibangun.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi atas langkah strategis pemerintah pusat tersebut. Ia menilai intervensi ini menjadi solusi konkret atas konflik berkepanjangan antara manusia dan gajah yang selama puluhan tahun meresahkan masyarakat.

“Perhatian Presiden terhadap warga sekitar Way Kambas sangat besar. Konflik ini tidak bisa dibiarkan berlarut karena menyangkut keselamatan warga dan keberlanjutan pertanian,” ujar Mirza dalam keterangannya, Jumat (14/3/2026).

Menurutnya, pembangunan pagar dan kanal bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan bentuk perlindungan ganda—bagi masyarakat sekaligus satwa liar. Ia menegaskan, pendekatan ini mencerminkan keseimbangan antara kepentingan konservasi dan kesejahteraan warga.

Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, siap mendukung penuh pelaksanaan program melalui koordinasi lintas sektor agar berjalan efektif dan tepat sasaran.

Selama ini, konflik manusia dan gajah di kawasan Way Kambas kerap terjadi akibat pergerakan gajah liar yang keluar dari habitatnya dan memasuki permukiman maupun lahan pertanian warga, bahkan hingga menimbulkan korban jiwa.

Selain pembangunan fisik, pemerintah pusat juga merancang program pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan, seperti pengembangan ternak madu dan penyediaan pakan ternak yang ramah lingkungan.

Pemerintah berharap langkah komprehensif ini menjadi solusi jangka panjang untuk menekan konflik manusia dan gajah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian alam. (Rian)

BACA JUGA :  Perkuat Sinergi Pasca Lebaran, MKKS SMP Mesuji Matangkan Persiapan TKA dan Ujian Sekolah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *