PIJAR MEDIA, BANDAR LAMPUNG — Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video yang diduga menampilkan perilaku tak pantas sejumlah pria bersama wanita yang disebut-sebut sebagai penghibur malam. Video tersebut viral setelah beredar luas melalui sebuah akun media sosial dan memicu beragam reaksi dari warganet.
Dari hasil penelusuran media, sejumlah pria yang muncul dalam tayangan tersebut diduga merupakan oknum aparatur negara yang berasal dari Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung.
Dalam video yang beredar, tampak beberapa pria bersama sejumlah wanita berada di sebuah ruangan yang diduga merupakan kontrakan. Mereka terlihat bercengkrama dan bersenang-senang dalam suasana yang memicu kontroversi publik.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, aktivitas tersebut sempat disiarkan secara langsung (live) oleh pemilik akun media sosial tersebut sebelum akhirnya diunggah kembali dalam bentuk rekaman. Beberapa bagian video diduga telah disensor sebelum diposting.
Penelusuran lebih lanjut mengarah pada dugaan keterlibatan tiga pria yang kini disebut-sebut berstatus aparatur negara. Salah satunya diduga merupakan pegawai pemerintah dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), sementara dua lainnya disebut-sebut berprofesi sebagai aparat penegak hukum. Ketiganya diduga berdomisili di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Media kemudian melakukan konfirmasi kepada sejumlah pihak guna memastikan identitas para pria yang wajahnya terlihat dalam video tersebut.
Salah seorang pegawai dari sebuah instansi pemerintah yang dikonfirmasi media membenarkan bahwa salah satu nama yang beredar merupakan pegawai di instansinya.
“Ya, ada nama H, dia memang pegawai kami. Namun menurut informasi yang kami terima, kejadian itu disebut terjadi sebelum yang bersangkutan menjadi abdi negara. Kami masih akan melakukan klarifikasi lebih lanjut,” ujar sumber berinisial R, Kamis (12/03/2026).
Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari ketiga pria yang diduga terlibat dalam video tersebut.
Sementara itu, tim media juga masih menelusuri keberadaan pemilik akun media sosial yang pertama kali mengunggah tayangan tersebut. Berdasarkan pantauan, video itu telah ditonton ratusan ribu hingga lebih dari satu juta kali.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik, terutama karena adanya dugaan keterlibatan aparatur negara yang seharusnya menjaga integritas dan etika sebagai pelayan masyarakat.
Hingga saat ini, media masih terus menelusuri kebenaran identitas para pria dalam video tersebut, sekaligus memastikan apakah tindakan yang terekam dalam tayangan itu berpotensi melanggar kode etik maupun disiplin aparatur negara. (Red)













