Skema Swakelola Percepat Pembangunan Jalan di Mesuji, Biaya Lebih Efisien

PIJAR MEDIA, MESUJI – Pemerintah Kabupaten Mesuji di bawah kepemimpinan Bupati Elfianah terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur jalan melalui berbagai inovasi kebijakan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengoptimalkan skema swakelola melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), yang dinilai mampu memangkas biaya pembangunan secara signifikan.

Berdasarkan data teknis, pembangunan jalan cor beton dengan lebar 6 meter dan ketebalan 15 sentimeter melalui sistem swakelola hanya membutuhkan anggaran sekitar Rp1,5 miliar per kilometer. Nilai tersebut jauh lebih efisien dibandingkan sistem borongan penuh melalui pihak ketiga yang rata-rata mencapai lebih dari Rp2 miliar per kilometer.

Bupati Mesuji Elfianah menegaskan, kebijakan swakelola diterapkan agar setiap rupiah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Dengan efisiensi sekitar Rp500 juta per kilometer, pemerintah dapat memperluas jangkauan pembangunan jalan.

“Dengan sistem swakelola ini kita bisa melakukan penghematan yang signifikan. Selisih anggaran itu kita kembalikan kepada masyarakat dalam bentuk penambahan volume jalan. Jika sebelumnya anggaran hanya cukup untuk membangun tiga kilometer, kini bisa menjadi empat kilometer dengan kualitas yang sama,” ujar Elfianah, Minggu (08/03/2026).

Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mesuji Budiman Jaya. Ia menyebut, program swakelola juga tidak terlepas dari gagasan yang pernah digagas oleh H. Khamami, Bupati definitif pertama Kabupaten Mesuji.

Menurutnya, sistem tersebut menjadi salah satu inovasi awal yang mampu mendorong pemerataan pembangunan jalan di Mesuji secara signifikan pada masa kepemimpinan H. Khamami.

“Pemerintah Kabupaten Mesuji sangat mengapresiasi dedikasi dan loyalitas beliau sebagai bapak pembangunan Mesuji. Hingga saat ini beliau tetap memberikan masukan dan pendampingan demi kemajuan pembangunan daerah,” kata Budiman.

BACA JUGA :  Pemprov Lampung Gelontorkan Ratusan Miliar untuk Perbaikan Jalan, Warga Sambut Antusias

Budiman menjelaskan, metode swakelola menjadi langkah efektif sekaligus efisien karena proses pengerjaan memaksimalkan penggunaan alat berat milik pemerintah daerah.

Dalam skema ini, pemerintah daerah hanya melakukan pengadaan material melalui pihak penyedia, sementara proses pengerjaan teknis serta penggunaan alat berat dilakukan oleh dinas terkait.

“Dengan metode swakelola, alat berat milik pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal. Ini juga menjadi bentuk transparansi dan tanggung jawab kami dalam mengelola anggaran daerah agar lebih efektif dan tepat sasaran,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mesuji Putrawan Jisa menambahkan, sesuai instruksi Bupati Elfianah, pembangunan jalan saat ini difokuskan pada wilayah strategis seperti Mesuji Atas, Rawa Jitu Utara, dan sekitarnya.

Wilayah tersebut menjadi prioritas karena merupakan jalur utama distribusi hasil pertanian masyarakat.

“Dengan pengawasan ketat dari tim teknis Dinas PUPR, kami memastikan kualitas jalan yang dibangun melalui sistem swakelola tetap memenuhi standar teknis. Kami juga berharap langkah ini dapat terus meningkatkan Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur (IKLI) Kabupaten Mesuji yang menunjukkan tren positif hingga 2026,” pungkasnya. (Kotan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *